Page 32 - MODUL PEMBELAJARAN MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK
P. 32
Posisi benda pada Gambar 21 yaitu di antara pusat kelengkungan (C) dan
titik fokus cermin (F). Bayangan benda dapat ditentukan dengan cara melukis
dua sinar istimewa yang melewati titik B (kepala panah), yaitu sinar yang sejajar
sumbu utama (1) dan sinar yang melalui fokus utama cermin (2). Kedua sinar
istimewa ini dipantulkan oleh cermin dan kedua sinar pantul akan berpotongan di
satu titik (B’). Titik B’ ini merupakan bayangan kepala anak panah. Kemudian
tariklah A’B’ sejajar dengan garis AB, maka garis A’B’ merupakan bayangan dari
benda AB. Bila diperhatikan, bayangan A’B’ dan benda AB memiliki ukuran yang
berbeda. Bayangan A’B’ memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan
benda AB. Selain itu, bayangan benda AB dilewati oleh sinar-sinar pantul.
Bayangan semacam ini disebut bayangan sejati. Bayangan sejati tidak dapat
dilihat langsung oleh mata tetapi dapat ditangkap oleh layar. Dengan kaya lain,
kita hanya dapat melihat bayangan tersebut pada layar seperti saat kita
menonton film di bioskop. Oleh sebab itu bayangan sejati disebut juga dengan
bayangan nyata. Kebalikan dari bayangan nyata adalah bayangan maya.
Bayangan maya tidak dapat ditangkap oleh layar, namun dapat dilihat langsung
oleh mata seperti halnya saat kita bercermin pada cermin datar. Kesimpulan dari
pembentukan bayangan pada Gambar 21 yaitu bayangan yang dihasilkan
bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar.
Sifat-sifat bayangan pada cermin cekung ditentukan oleh posisi benda
tersebut. Adapun kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi pada
pembentukan bayangan oleh cermin cekung adalah sebagai berikut.
1) Posisi benda di sebelah kiri pusat kelengkungan cermin
Untuk melukis bayangan benda tetap menggunakan dua sinar istimewa dan
bayangan yang terbentuk merupakan hasil perpotongan dari pantulan-
pantulan sinar-sinar istimewa tersebut. Bayangan benda yang terbentuk
memiliki sifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
21