Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 112

BURUH MINTA THR 2021 TIDAK DICICIL LAGI

              JAKARTA, - Para buruh meminta Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2021 dibayarkan penuh,
              tidak  lagi  dicicil  seperti  tahun  lalu.  Terlebih  masih  ada  perusahaan  yang  belum  melunasi
              pembyaran THR tahun 2020.

              "Masak sekarang mau dicicil lagi, kapan lunasnya? Maka kami minta tidak ada lagi yang namanya
              mencicil untuk bayar THR," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said
              Iqbal dalam konferensi pers virtual, Senin (5/4/2021).

              Menurutnya,  serikat  buruh  berpegang  pada  pernyataan  Menteri  Koordinator  Perekonomian
              Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan 24 perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
              Indonesia, yang meminta pengusaha tahun ini berkomitmen membayar penuh THR karyawan.
              Oleh  sebab  itu,  pihaknya  meminta  agar  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah
              nantinya  tidak  menerbitkan  surat  edaran  (SE)  yang  bertolak  belakang  dengan  pernyataan
              Airlangga.
              "Negara mengacu pada PP Nomor 78 Tahun 2015, itu belum dihapus, dan dalam aturan ini tidak
              ada disebut membayar THR itu mencicil," jelasnya.

              Said bilang, bila terdapat perusahaan yang tak mampu membayar THR secara penuh karena
              kinerjanya masih terdampak pandemi Covid-19, maka perlu dibuktikan dengan menunjukkan
              laporan keuangan yang merugi dalam dua tahun terakhir. Menurut Said, laporan keuangan itu
              tak perlu mendetail, hanya menampil secara jelas kerugian perusahaan sehingga tak mampu
              membayarkan THR. Ia bilang, negosiasi THR harus dilakukan dengan jujur, terbuka, dan terukur.

              "Setelah  berikan  data  laporan  keuangan,  maka  secara  bersamaan  serikat  pekerja  dan
              manajemen perusahaan bisa menghadap ke dinas ketenagakerjaan setempat, dari situ kan bisa
              diperiksa oleh pemerintah, apakah mampu tidak," papar dia.

              Ia  bilang,  tuntutan  untuk  mendapat THR  secara  penuh  juga  akan  disampaikan  dalam  demo
              buruh yang akan dilakukan pada Senin, 12 April 2021 mendatang. Aksi ini sekaligus menolak
              omnibus law Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              Demo itu akan diikuti oleh buruh di lebih dari 1.000 perusahaan. Selain itu, demo tak hanya
              dilakukan di DKI Jakarta, tetapi tersebar di 20 provinsi dan lebih dari 150 kabupaten/kota.

              Said  bilang,  jika  permintaan  terkait  pembayaran  THR  tidak  dipenuhi  maka  pihaknya  bakal
              melakukan aksi dengan sekala yang lebih besar.

              "Sikap kami pada 12 April kalau tetap ada pembayaran THR dicicil dan bahkan tidak dibayar
              penuh, aksi akan semakin membesar. Tentu ini dengan cara kami tetap mensiasatinya di tengah
              pandemi corona," ucap dia.
              Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta komitmen pengusaha menjelang
              Lebaran untuk membayar THR secara penuh. Hal ini dikarenakan pemerintah sudah memberikan
              dukungan dalam berbagai bentuk.

              Stimulus  terus  diberikan  seiring  dengan  berjalannya  program  vaksinasi.  Seperti  pada  sektor
              pariwisata khususnya hotel, restoran, dan kafe (horeka), pengusaha bisa memanfaatkan fasilitas
              relaksasi  kredit  penambahan  modal  kerja  dengan  sistem  penjaminan  yang  akan  disalurkan
              melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).
              "Tahun lalu THR dicicil, saya minta tahun ini dibayar secara penuh. Kita harus komitmen," ujar
              Airlangga  dalam  pertemuannya  dengan  Kadin  seperti  dikutip  dari  keterangan  tertulis,  Jumat
              (2/4/2021).

                                                           111
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117