Page 140 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 140

MENAKER KIRIM LOGISTIK UNTUK PENGUNGSI BANJIR BANDANG NTT DAN NTB

              Jakarta  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  menyampaikan  ucapan  duka  cita  yang
              mendalam serta turut berbelasungkawa atas korban bencana alam banjir bandang dan longsor
              di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

              Sebagai  wujud  kepedulian  kemanusiaan,  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,
              menginstruksikan Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur (Lotim) mengirim sejumlah bantuan
              logistik untuk para pengungsi yang menjadi korban banjir bandang di NTT dan NTB.

              "Kita sudah instruksikan agar BLK Lotim segera mengirim bantuan logistik bagi korban bencana
              banjir bandang dan longsor, termasuk di kawasan Pulau Adonara, Flores Timur," ujar Menaker
              Ida Fauziyah, Senin (5/4/2021).

              Menaker Ida juga telah menginstruksikan BLK Lotim berkoordinasi dengan pemda dan pihak
              terkait di lokasi, agar bantuan logistik secepatnya dapat disalurkan, terutama kepada korban
              banjir yang berada di daerah pelosok yang sulit terjangkau.

              Kepala  BLK  Lotim,  Sabar,  mengatakan  bahwa  pihaknya  akan  segera  mengirimkan  bantuan
              logistik kepada korban bencana di kawasan Pulau Adonara, Flotim.

              Di sekitar lokasi bencana, BLK Lotim juga akan mendirikan posko dapur umum bersama Satgas
              Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Flotim, yang digunakan untuk membuat makanan
              siap bagi para pengungsi di sana.
              "Semoga  bantuan  bagi  masyarakat  yang  membutuhkan  dapat  segera  tiba  di  lokasi  dengan
              selamat dan bisa disalurkan kepada korban bencana alam ini," katanya.

              Tak  hanya  itu,  Sabar  juga  menyampaikan  pihaknya  akan  memberikan  juga  bantuan  bagi
              masyarakat di sekitar Bima, NTB, yang juga menjadi korban bencana alam banjir bandang.

              Sebelumnya, jumlah korban tanah longsor di Desa Nele Lamadiken, Pulau Adonara, Kabupaten
              Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Minggu, yang ditemukan dalam kondisi meninggal
              dunia bertambah menjadi 54 orang.

              "Jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa hingga Minggu sore, ada
              54 orang dari sebelumnya 20 orang, sementara ini upaya pencarian masih terus berlangsung di
              lapangan," kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli ketika dikonfirmasi ANTARA
              dari Kupang, Minggu (4/4/2021) malam.

              Tanah longsor di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng terjadi pada Minggu, sekitar pukul
              01.00 Wita, ketika daerah setempat diguyur hujan lebat serta angin kencang yang berlangsung
              cukup lama.

              Ia mengatakan, kondisi cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan banjir dan tanah longsor yang
              membawa serta kayu dan batu besar hingga menghantam pemukiman warga desa itu.
              Selain menelan korban jiwa, puluhan rumah di Desa Nele Lamadiken beserta berbagai barang
              berharga milik warga setempat juga ludes diterjang longsor.

              Ia  mengatakan  saat  ini  upaya  pencarian  korban  masih  terus  berlangsung  di  lapangan  oleh
              petugas dengan dukungan berbagai elemen masyarakat setempat.

              "Ada korban meninggal juga yang ditemukan di Desa Nobo yang berada di area bawah Desa
              Nele Lamadiken karena terseret banjir," katanya, dilansir Antara.




                                                           139
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145