Page 154 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 154

HNSI CILACAP AJAK NELAYAN IKUTI PROGRAM JAMINAN SOSIAL

              Cilacap - Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten
              Cilacap, Jawa Tengah, mengajak seluruh nelayan setempat untuk mengikuti program jaminan
              sosial  khususnya  yang  diselenggarakan  oleh  Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial  (BPJS)
              Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

              "Alhamdulillah perlindungan sosial bagi nelayan sudah mulai dirasakan. Artinya, ada perhatian
              dari pemerintah kepada nelayan melalui BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK," kata Ketua
              DPC HNSI Kabupaten Cilacap Sarjono di Cilacap, Senin.

              Menurut  dia,  hingga  saat  ini  jumlah  anggota  HNSI  Kabupaten  Cilacap yang  menjadi  peserta
              BPJAMSOSTEK berkisar 2.000-3.000 orang dari total anggota yang mencapai kisaran 18.000-
              20.000 orang.

              Kendati  belum  semua  nelayan  di  Kabupaten  Cilacap  menjadi  peserta  BPJAMSOSTEK,  dia
              mengakui manfaat BPJAMSOSTEK sangat dirasakan nelayan yang telah menjadi peserta program
              jaminan sosial tersebut.

              Oleh  karena  itu,  dia  mengajak  seluruh  nelayan  di  Kabupaten  Cilacap  untuk  menjadi  peserta
              BPJAMSOSTEK sebagai bentuk perlindungan diri dalam menjalankan pekerjaannya.

              "Kami  saat  ini  sedang  mendata  ulang  jumlah  anggota  HNSI  di  seluruh  Kabupaten  Cilacap
              termasuk akan melakukan sinkronisasi data nelayan yang telah menjadi peserta BPJAMSOSTEK,"
              katanya.

              Ia juga mengharapkan adanya bantuan fasilitas dari BJAMSOSTEK berupa kapal motor untuk
              kegiatan kemanusiaan terutama jika terjadi kecelakaan di laut.

              Sarjono juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah khususnya Unit Pelaksana Teknis
              (UPT) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap, Direktorat Jenderal
              PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang telah meluncurkan layanan "Cek Kapal
              Tanpa Antrean" atau Cekatan.

              "Layanan  tersebut  memang  baru  menjawab  sebagian  kecil  harapan  kami  selama  ini,  namun
              paling  tidak  bisa  sedikit  meringankan  nelayan  karena  itu  baru  satu  instansi.  Padahal  dalam
              mengurus perizinan, ada lima atau enam instansi," katanya.

              Selama  ini,  kata  dia,  HNSI  Cilacap  mengharapkan  agar  proses  perizinan  atau  kepengurusan
              dokumen  kapal  dipermudah  dan  dipercepat  demi  meningkatkan  kesejahteraan  maupun
              perekonomian nelayan.

              Ia mengatakan jika proses perizinan atau kepengurusan dokumen tersebut dapat dipercepat dan
              dipermudah, tidak ada kapal-kapal nelayan yang ilegal.

              "Kami ingin kapal-kapal nelayan di Cilacap legal semua, nelayan patuh pada aturan atau hukum.
              Tapi untuk bisa patuh pada hukum ini kadang-kadang yang susah," katanya.

              Oleh karena itu, kata dia, berkaitan dengan momentum Hari Nelayan Nasional yang diperingati
              setiap tanggal 6 April, pihaknya mengharapkan adanya kantor satu atap yang khusus untuk
              melayani kepengurusan dokumen perizinan kapal seperti halnya kantor Samsat yang melayani
              kendaraan bermotor.

              Dengan  demikian,  lanjut  dia,  nelayan  Cilacap  bisa  mengurus  dokumen  kapalnya  termasuk
              pembayarannya di satu tempat dan dapat diselesaikan dalam waktu satu-dua jam.

              .
                                                           153
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159