Page 750 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 750

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) juga menolak penetapan RUU Cipta Kerja Omnibus Law
              pada pengambilan keputusan tingkat I, Sabtu malam.
              FPKS menyebut substansi pengaturan yang terdapat dalam RUU Ciptaker memiliki implikasi yang
              luas terhadap praktik kenegaraan dan pemerintahan di Indonesia.

              RUU Cipta Kerja Omnibus Law juga ditolak oleh jutaan buruh di Indonesia karena dianggap akan
              merugikan para buruh.

              Rencana Demo Omnibus Law  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan unjuk
              rasa  buruh  untuk  menolak  RUU  Omnibus  Law  Cipta  Kerja  akan  digelar  di  lingkungan
              perusahaan/pabrik masing-masing secara serentak di seluruh Indonesia, yang melibatkan sekitar
              2 juta buruh.

              "Jadi  sebenarnya  ini  unjuk  rasa,  bukan  mogok  kerja,  akan  dilakukan  serempak  di  seluruh
              Indonesia,  dengan  dasar  hukumnya  Undang-Undang  Nomor  9  Tahun  1998  tentang
              menyampaikan pendapat di muka umum," kata Presiden KSPI Said Iqbal, seperti dikutip Antara
              News, Sabtu (3/10/2020).

              Said Iqbal mengatakan aksi unjuk rasa atau mogok nasional itu akan diadakan di masing-masing
              lokasi perusahaan/pabrik tempat para buruh bekerja pada 6-8 Oktober dari pukul 06.00-18.00
              WIB.

              Aksi dilakukan sebagai bentuk protes atas rencana pengesahan RUU Cipta Kerja yang dinilai
              merugikan kaum buruh dan diadakan di lingkungan kerja masing-masing, sebagai upaya untuk
              menghindari penyebaran penularan wabah COVID-19.

              Serikat kerja di tingkat perusahaan, katanya, sudah mengirimkan surat izin kepada kepolisian
              resor  (polres)  masing-masing  daerah,  sementara  serikat  kerja  di  tingkat  nasional  juga  telah
              mengirimkan izin untuk berunjuk rasa di lingkungan perusahaan/pabrik masing-masing kepada
              Mabes Polri.

              Dengan menggelar unjuk rasa dari pukul 06.00 - 18.00 WIB, kata dia, berarti tingkat produksi
              kerja akan secara langsung terkena dampak dari aksi mogok nasional yang akan digelar secara
              serentak tersebut.

              "Produksi akan setop karena dia unjuk rasanya dari jam 06.00 WIB pagi sampai jam 18.00 WIB
              sore.  Dan  lokasinya  itu  adalah  masih  di  lingkungan  pabrik,  di  halaman  pabrik,  di  kantin,  di
              halaman parkir mobil, dan area lain," katanya.

              Said mengatakan unjuk rasa pada 6-8 Oktober tersebut akan melibatkan sekitar 2 juta buruh di
              150 kabupaten/kota yang berada di 20 provinsi seluruh Indonesia, antara lain di DKI Jakarta
              seluruhnya, di Banten ada dari Kota dan Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Serang dan
              Cilegon.

              Di Jawa Barat (Jabar) melibatkan para buruh dari Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta,
              Subang, Cirebon, Bandung dan Cimahi.

              Dari Jawa Tengah ada buruh yang ikut unjuk rasa dari Semarang, Kendal, Jepara dan di Jawa
              Timur ada dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Gresik.

              Untuk wilayah Sumatera, ada dari Sumatera Utara, Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai. Di
              Kepulauan Riau ada kaum buruh dari Batam, Bintan, Karimun dan masih banyak lagi lainnya.

              Sementara itu, tuntutan utama dalam unjuk rasa tersebut ada 10 poin, antara lain tentang:

              1. Pemutusan hubungan kerja (PHK).
                                                           749
   745   746   747   748   749   750   751   752   753   754   755