Page 749 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 749

lagi cukup untuk menutupi biaya hidup harian mereka. Hak mereka atas standar hidup yang
              layak akan terdampak. Situasi ini bertentangan dengan standar HAM internasional
              neutral - Usman Hamid (Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia) Penghapusan inflasi
              dan  biaya  hidup  sebagai  kriteria  penetapan  upah  minimum  akan  melemahkan  standar  upah
              minimum di provinsi dengan pertumbuhan ekonomi mendekati nol atau negatif, seperti Papua.

              positive - Usman Hamid (Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia) Keleluasaan yang
              diberikan kepada perusahaan dalam menentukan skema penghitungan dapat merugikan pekerja
              di sektor tertentu karena mereka bisa saja diharuskan bekerja lebih lama dan menerima upah
              lembur yang lebih rendah dibandingkan dengan pekerja dari sektor lain

              neutral - Usman Hamid (Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia) Pemerintah dan
              DPR harus segera mengkaji ulang pasal-pasal dalam RUU Cipta Kerja yang berpotensi melanggar
              HAM. Pemerintah harus memastikan bahwa hak-hak pekerja dilindungi, sejalan dengan hukum
              nasional dan standar HAM internasional
              negative - Usman Hamid (Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia) Seharusnya para
              serikat pekerja dilibatkan dalam proses penyusunannya sejak awal, karena anggota merekalah
              yang akan terdampak langsung oleh RUU tersebut. Setiap  warga negara memiliki hak untuk
              berpartisipasi  dalam  urusan  publik,  dan  itu  dijamin  dalam  Pasal  25  Kovenan  Internasional
              tentang  Hak-Hak  Sipil  dan  Politik  (ICCPR).  Suara  dan  aspirasi  kelompok  buruh  dan  pekerja
              harusnya menjadi pertimbangan utama pemerintah dan DPR



              Ringkasan

              Jadwal pengesahan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law dijadwalkan pada saat Sidang Paripurna
              DPR RI, Kamis (8/10/2020). Hal tersebut diputuskan seusai Rapat Kerja Badan Legislasi (Baleg)
              DPR  RI  bersama  pemerintah  dan  DPD  RI,  Sabtu  (3/10/2020)  malam.    Baleg  menyetujui
              Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dibawa ke Rapat Paripurna
              DPR untuk disetujui menjadi undang-undang.

              Di Jawa Barat (Jabar) melibatkan para buruh dari Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta,
              Subang, Cirebon, Bandung dan Cimahi.  Dari Jawa Tengah ada buruh yang ikut unjuk rasa dari
              Semarang, Kendal, Jepara dan di Jawa Timur ada dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan,
              Gresik.



              KENAPA RUU CIPTA KERJA DITOLAK DAN RENCANA DEMO OMNIBUS LAW

              Alasan mengapa RUU Cipta Kerja ditolak dan rencana demo tolak Omnibus Law.

              Jadwal pengesahan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law dijadwalkan pada saat Sidang Paripurna
              DPR RI, Kamis (8/10/2020). Hal tersebut diputuskan seusai Rapat Kerja Badan Legislasi (Baleg)
              DPR RI bersama pemerintah dan DPD RI, Sabtu (3/10/2020) malam.

              Baleg menyetujui Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dibawa
              ke Rapat Paripurna DPR untuk disetujui menjadi undang-undang.
              Anggota  Badan  Legislasi  (Baleg)  DPR  RI  Hinca  Pandjaitan  mengatakan fraksinya,  Demokrat,
              menolak  RUU  Ciptaker disetujui  menjadi  UU karena  banyak  hal  yang  harus  dibahas  kembali
              secara mendalam dan komprehensif.



                                                           748
   744   745   746   747   748   749   750   751   752   753   754