Page 118 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 118

tentang  Cipta  Kerja.  Singkatnya,  mereka  meminta  UU  Cipta  Kerja,  khususnya  klaster
              ketenagakerjaan dibatalkan.


              3 FAKTA BURUH BAKAL DEMO LAGI DI TANGGAL INI

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan bahwa puluhan
              ribu buruh bakal demo. Massa buruh akan menggelar aksi pada 21 April dan 1 Mei atau May
              Day.
              Aksi demo 21 April diikuti oleh 10 ribu buruh di 1.000 pabrik yang tersebar di 24 provinsi dan
              150 provinsi. Lalu dilanjutkan aksi yang lebih besar saat May Day. Berikut fakta-fakta terkait
              rencana demo besar-besaran para buruh: 1. Minta UU Cipta Kerja Dicabut Isu yang diangkat
              pada  21  April  hanya  satu,  yaitu  meminta  hakim  Mahkamah  Konstitusi  mengabulkan  judicial
              review, baik secara materiil maupun formil terhadap Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020
              tentang  Cipta  Kerja.  Singkatnya,  mereka  meminta  UU  Cipta  Kerja,  khususnya  klaster
              ketenagakerjaan dibatalkan.

              "Agendanya  meminta  para  hakim  Mahkamah  Konstitusi  untuk  mengabulkan  gugatan  baik
              materiil maupun formil dari KSPI terhadap Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta
              Kerja," kata Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Senin (19/4/2021).

              Di  tengah  situasi  pandemi  virus  Corona  (COVID-19),  Iqbal  memastikan aksi  demo  dilakukan
              mengikuti protokol kesehatan. Jadi, massa yang hadir di Mahkamah Konstitusi terbatas.

              "Di Mahkamah Konstitusi mungkin sekitar 100 sampai 150 orang, mengikuti protokol kesehatan
              dan mengikuti arahan petugas keamanan," sebutnya.

              2. May Day Kerahkan 50 Ribu Buruh Berikutnya aksi demo pada saat May Day akan menerjunkan
              massa  lebih  banyak  lagi,  yaitu  sekitar  50  ribu  buruh  yang  tergabung  di  KSPI  maupun  yang
              terafiliasi.

              "Karena ini KSPI meluas, boleh jadi lebih dari 200 kabupaten/kota. 50 ribu buruh di 24 provinsi,
              lebih dari 200 kabupaten/kota dan 3.000 pabrik akan bergabung di Aksi May Day," ujar Iqbal.

              Isu yang diangkat saat May Day ada dua, pertama menolak Undang-undang Nomor 11 Tahun
              2020  tentang  Cipta  Kerja,  khususnya  klaster  ketenagakerjaan.  Berikutnya  meminta
              diberlakukannya upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) tahun 2021.

              "Itulah 2 aksi yang dilakukan oleh KSPI pada tanggal 21 April dan tanggal 1 Mei atau May Day,"
              tambahnya.

              3. Buruh Yakin Menang di MK Kaum buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja
              Indonesia (KSPI) yakin Mahkamah Konstitusi (MK) bakal mencabut UU tersebut.

              "Kami  merasa  sangat  yakin  100%  uji  formil  yang  kami  ajukan  itu  akan  dikabulkan  oleh
              Mahkamah Konstitusi, karena apa yang kami dalilkan itu berdasarkan yang dituangkan dalam
              peraturan perundang-undangan," kata kuasa hukum pemohon, Said Salahudin dalam konferensi
              pers virtual.

              Pihaknya menguji proses pembentukan UU Cipta Kerja dengan pembentukan UU yang lain. Dia
              menyatakan terdapat pertentangan dalam pembuatan UU Cipta Kerja yang tidak sesuai kaidah.

              "Saya cukup lama menggeluti bidang ketatanegaraan dan saya belum menemukan dalil yang
              bisa membenarkan secara formil pembentukan Undang-undang Cipta Kerja ini," sebutnya.


                                                           117
   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123