Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 124

pelayanan  ini  Kemnaker  melibatkan  seluruh  pemangku  kepentingan  (stakeholder)  baik  dari
              internal maupun eksternal.
              Menteri Ketanagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pihaknya juga melibatkan Tim Pemantau
              dari unsur Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) dan dari unsur Organisasi Pengusaha yang
              duduk dalam keanggotaan Dewan Pengupahan Nasional. Tim pemantau ini bertugas memantau
              jalannya  posko  THR  2021.  Keterlibatan  pemangku  kepentingan  (stakeholder)  ini  yang  jadi
              pembeda posko THR 2021 dengan tahun sebelumnya.

              "Kami sangat berharap mereka dapat memantau jalannya posko pelaksanaan THR keagamaan
              2021, sekaligus memberikan saran masukan kepada tim posko mengenai pelaksanaan tugas
              posko THR 2021. Kami sangat terbuka diawasi oleh teman-teman dari serikat pekerja maupun
              pengusaha,"  ucap  Ida  dalam  acara  Launching  Posko  THR  2021  di  Jakarta  pada  Senin
              (19/4/2021).

              Posko  THR  ini  memberikan  beberapa  akses  pelayanan  yang  bisa  dimanfaatkan  para
              pekerja/buruh,  pengusaha,  maupun  masyarakat  umum.  Di  antaranya  layanan  secara  luring
              (offline) di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) Kemnaker di Jalan Gatot Subroto Kav.
              51 Gedung B Lantai 1 Jakarta Selatan.

              Layanan tatap muka ini dilakukan dengan tetap memperhatikan prosedur/protokol kesehatan
              pencegahan penularan COVID-19, Selain itu, Posko THR 2021 juga bisa diakses secara daring
              (online) melalui www.bantuan.kemnaker.go.id dan melalui call center 1500 630. Layanan posko
              THR 2021 ini mulai diberlakukan 20 April hingga 20 Mei 2021 selama jam kerja, yakni mulai
              pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

              "Kalau secara offline maka ada jam kerjanya dari jam 8 pagi sampai 3 sore. Tet kalau pengaduan,
              konsultasi atau yang lainnya itu dilakukan secara daring tentu tidak ada jam kerja seperti secara
              offline," kata Ida.

              Ida  mengatakan  posko  THR  2021  tidak  hanya  dibentuk  di  pemerintah  pusat,  tetapi  juga  di
              Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Pendirian Posko THR di pusat dan daerah ini
              dilakukan agar pelaksanaan koordinasi menjadi lebih efektif.

              Ida berharap, Posko THR dapat berjalan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan perundangan
              dengan tertib dan efektif, serta tercapai kesepakatan yang dapat memuaskan para pihak, yaitu
              pekerja/buruh dan pengusaha.

              Berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  disebutkan
              pengusaha yang tidak membayar THR dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis,
              pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi serta
              pembekuan kegiatan usaha.

              "Dengan  adanya  posko  THR  Keagamaan  Tahun  2021  ini  diharapkan  pemberian  THR  dapat
              berjalan  sesuai  dengan  mekanisme  dan  ketentuan  perundang-undangan  d  serta  tercapai
              kesepakatan yang memuaskan baik buruh maupun pengusaha," tutup Ida.

              Sumber: BeritaSatu.com.











                                                           123
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129