Page 141 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 141

KEMNAKER BELUM TERIMA LAPORAN PERUSAHAAN TAK MAMPU BAYAR THR

              Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku belum menerima laporan
              dari  perusahaan  terkait  ketidakmampuan  mereka  membayar  tunjangan  hari  raya  (THR)
              keagamaan tahun 2021. Menaker memperkirakan pengaduan tersebut baru akan terbaca pada
              minggu kedua atau ketiga bulan Ramadan.

              "Sampai hari ini belum ada perusahaan yang melapor karena tidak mampu membayar THR.
              Biasanya bisa terbaca aduannya itu pada minggu kedua atau ketiga. Tentu saja batas akhir
              pembayaran  THR  kan  H-7  Lebaran,  dan  teman-teman  pengusaha  maupun  pekerja  yang
              melakukan pembicaraan secara bipartit melaporkan ketidakmampuan itu pada H-7 sebagaimana
              ketentuan pembayaran THR," kata Ida Fauziyah dalam pembukaan Pos Komando Pelaksanaan
              THR Keagamaan Tahun 2021 (Posko THR) yang disiarkan secara virtual, Senin (19/4/2021).

              Meskipun posko THR baru saja diresmikan, Ida mengatakan sebetulnya sejak Surat Edaran (SE)
              Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan
              Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan dikeluarkan, ruang pengaduan sudah dibuka oleh
              Kemnaker yang disampaikan melalui Sistem informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker).

              Sebelumnya, dalam SE nomor M/6/HK.04/IV/2021, Menaker Ida meminta THR dibayar penuh
              atau tidak dicil, dan dilakukan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.
              Dalam  SE  juga  dijelaskan  bagi  perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemi  Covid-19  dan
              berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan
              dalam peraturan perundang-undangan, Menaker Ida meminta Gubernur dan Bupati/Wali kota
              agar memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja/buruh
              untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  Hari  Raya  Keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan.

              "Teman-teman  perusahaan  dan  pekerja  dapat  melaporkan  hasil  perundingan  jika  memang
              perusahan tidak mampu membayar THR sesuai ketentuan perundang-undangan yaitu H-7, dan
              melakukan dialog antara pengusaha dan pekerja. Ketidakmampuannya itu didasarkan atas bukti
              laporan keuangan internal, dan dilakukan secara kekeluargaan. Hasil dari pembahasan bipartit
              tersebut dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat," jelas Ida.

              Sumber: BeritaSatu.com.


























                                                           140
   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146