Page 147 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 147

INGAT, TELAT BAYAR THR BISA KENA DENDA

              Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan kepada pengusaha
              untuk mentaati aturan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan. Ketaatan ini dalam hal jumlah
              hingga batas waktu. Peringatan tersebut mengingat akan ada sanksi jika aturan tersebut tidak
              dijalankan.

              "Saya  kira  sudah  pernah  saya  sampaikan  pada  waktu  menyampaikan  tentang  surat  edaran
              pembayaran THR 2021, jika terlambat membayar sebagaimana ketentuan peraturan perundang-
              undangan maka dikenakan (sanksi)," tegas Ida dalam acara Launching Posko THR Tahun 2021
              dan Call Center 1500-630 di Jakarta, Senin (19/4/2021).

              Ida  mengungkapkan,  sanksi  denda  akan  menjadi  opsi  pertama  yang  diberikan  kepada
              perusahaan yang telat membayarkan THR Keagamaan di tahun ini. Adapun, besaran denda yang
              harus dibayarkan sebesar 5 persen dari nilai THR yang harus dibayarkan kepada pekerja atau
              buruh. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6
              Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              "Denda digunakan untuk kepentingan kesejahteraan pekerja atau buruh," terangnya.

              Selain  itu,  perusahaan  yang  terlambat  membayarkan  THR  kepada  karyawannya  juga  bisa
              dikenakan sanksi administratif. Pemberian sanksi administrasi tersebut akan dilakukan secara
              bertahap merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Dalam beleid tersebut, tingkatkan pemberian sanksi administrasi bagi perusahaan yang tidak
              mentaati aturan pemberian THR diatur dalam empat tahapan. Yakni berupa teguran tertulis,
              pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, hingga
              pembekuan kegiatan usaha.

              "sanksi  administrasi  yang  dikenakan  kepada  temen-temen  pengusaha  saya  sudah  pernah
              jelaskan waktu yang lalu," tegasnya.

              Reporter:  Sulaeman  Sumber:  Merdeka.com  Sebelumnya,  Kementerian  Ketenagakerjaan
              (Kemnaker) resmi membuka posko THR 2021 dan Call Center 1500-630. Posko dan ini akan
              bekerja mulai 20 April hingga 20 Mei 2021. Nantinya pelayanan ini akan dilakukan secara online
              dan offline.

              "Di  samping  layanan  secara  offline  kami  juga  memberikan  layanan  secara  online,  yang  bisa
              diakses melalui www.bantuan.kemnaker. go.id dan melalui call center 1500 630 1500630 dan
              Ini layanan posko THR hari ini mulai diberlakukan dari tanggal 20 April hingga 20 Mei 2021,"
              kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam konferensi pers launching Posko THR 2021,
              Senin (19/4/2021).

              Sementara untuk pelayanan secara offline ada jam kerjanya mulai dari jam 08.00 WIB sampai
              jam 15.00 WIB. Untuk pengaduan konsultasi yang dilakukan secara daring tentu tidak ada jam
              kerja sebagaimana pelayanan pelayanan secara offline.

              Lebih  lanjut  Menaker  menjelaskan,  pengadaan  posko  THR  2021  ini  berbeda  dengan  2020.
              Lantaran tahun ini Kementerian Ketenagakerjaan melibatkan stakeholder lain seperti dari Serikat
              Pekerja atau buruh, dan pengusaha yang selama ini sudah masuk dalam tim kerja di dewan
              pengupahan nasional untuk ikut memantau posko THR Keagamaan tahun 2021.

              "Pelaksanaan  tunjangan  hari  raya  keagamaan  yang  tahun  ini  berbeda  dengan  tahun-tahun
              sebelumnya,  karena  kami  melibatkan  tentu  di  internal  kami  ada  sekretaris  jenderal,  Dirjen
              Binwasnaker  K3,  direktur  pengupahan  pusat  teknologi  dan  informasi  komunikasi
              ketenagakerjaan, biro hukum, kepala humas, dan jamsostek," ujarnya.

                                                           146
   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152