Page 24 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 24

INGAT! THR TAK BOLEH DICICIL

              Perusahaan yang Tak Mampu Wajib Laporkan Keuangan

              Jika  2020  lalu  pemberian  tunjangan  hari  raya  (THR)  boleh  dicicil  maka  tahun  ini  ditegaskan
              kebijakan itu tidak berlaku lagi. TANJUNG SELOR - Saat awal pandemi terjadi banyak perusahaan
              yang terdampak akibat Covid-19. Namun tahun ini sedikit berbeda, kondisi mulai membaik. Hal
              itulah yang menjadi alasan Disnakertrans Kaltara meminta agar THR tidak dicicil. Sesuai Surat
              Edaran Menteri Ketenagakerjaan M/6/ HK04/IV/2021 dmana mewajibkan para pengusaha untuk
              melakukan pembayaran THR keagamaan tahun 2021 secara penuh tanpa dicicil.

              Saat  dikonfirmasi  Kepala  Disnakertrans  Kaltara  Armin  Mustafa  mengatakan  aturan  yang
              dikeluarkan pemerintah pusat juga berdasarkan kondisi yang ada terkini. Serta telah melalui
              pengkajian yang matang. Untuk itu tidak ada alasan bagi perusahaan untuk tidak mematuhi
              aturan yang ada.

              "Pertimbangannya karena pandemi ini mereka tetap bekerja. Apalagi protokol kesehatan juga
              tetap diatur dan dilaksanakan. Jadi tidak boleh dicicil THR pekerja," ungkapnya Kamis (15/4).

              Paling lambat THR diberikan pada H-7 idulfitri. THR juga merupakan pendapatan yang wajib
              dibayarkan di luar upah pokok. Ketentuan besaran THR minimal bagi karyawan yakni sudah
              bekerja selama 12 bulan secara penuh dan dibayarkan satu kali gaji.

              Namun bagi karyawan yang belum bekerja penuh selama 12 bulan besaran THR ditentukan
              dengan proporsional. "Itu sudah sesuai aturan yang ada. Jadi hitung-hitungannya sudah ada,"
              kata dia.

              Meski begitu pemerintah pusat masih memberikan keringanan. Pengusaha yang belum mampu
              membayarkan THR secara penuh harus melakukan musyawarah bersama perwakilan pemerintah
              karyawan dan serikat pekerja. Pengusaha yang tidak mampu membayar THR wajib memberikan
              laporan internal keuangan secara transparan.

              Hasil musyawarah tidak begitu saja menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR
              kepada pekerja atau buruh dengan besaran sesuai peraturan perundang-undangan. Perusahaan
              diminta tetap membayarkan THR sebelum 2021 berakhir.

              "Jika tidak mampu bisa dibayarkan hingga Desember 2021. Wajib dibayarkan dan tidak boleh
              lewat  dari  2021.  Harus ada  kesepakatan  antara  perusahaan  dan  pekerja.  Hal  ini  juga  harus
              diperjelas dengan saksi dari pemerintah dan pihak terkait lainnya," jelasnya.

              Menurut dia masih banyak perusahaan yang belum normal secara keuangannya. Hal itu tidak
              dapat dipungkiri. "Kita tidak bisa menutup mata. Tidak semua perusahaan keuangannya baik,"
              ujarnya.
              Pemprov Kaltara juga akan mengeluarkan edaran Gubernur Kaltara. Di dalamnya juga akan berisi
              pembayaran THR bagi perusahaan yang tidak mampu secara finansial. Bahkan pihaknya juga
              membangun posko pengaduan THR.

              "Biasanya terbanyak pekerja yang melaporkan. Perusahaan yang sudah membayarkan THR juga
              diminta melaporkan. Jika kemudian hari ada masalahkami ada bukti. Pengaduan pekerja maupun
              laporan dari perusahaan dilakukan secara tertulis nantinya," pungkasnya. (fai/ind/k!5)







                                                           23
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29