Page 284 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 284

KEMENAKER BUKA POSKO THR 2021

              JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membuka Posko Pelaksanaan Tunjangan
              Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah
              mengatakan,  posko  ini  bertujuan  untuk  memberikan  pelayanan  konsultasi  pembayaran  THR
              Keagamaan 2021.

              "Selanjutnya, kami akan segera menetapkan suatu keputusan menteri tentang Pos Komando
              Pelaksanaan  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan,"  kata  Ida  saat  konferensi  pers  virtual,  Senin
              (19/4).

              Selain tempat konsultasi, posko dibentuk untuk memantau pelayanan pengaduan pembayaran
              THR  Keagamaan,  memantau  pelaksanaan  penegakan  hukum  pembayaran  THR  Keagamaan,
              serta  melakukan  koordinasi  terkait  hasil  pelaksanaan  penegakan  hukum  pembayaran  THR
              Keagamaan dengan instansi terkait.

              Menurut Ida, posko ini akan memberikan layanan kepada pekerja atau buruh dan pengusaha
              melalui tiga aspek utama. Pertama, informasi seputar kebijakan dan peraturan THR Keagamaan
              Tahun  2021.  Kedua,  ruang  atau  forum  konsultasi.  Lalu  ketiga,  pengaduan  pelaksanaan  THR
              Keagamaan Tahun 2021.

              Kemudian, semua layanan itu akan dilakukan secara offline di Ruang Pelayanan Terpadu Satu
              Atap  Kemenaker  (Gedung  B  Lantai  1).  Serta  online  melalui  call  center  1500  630  atau
              www.bantuan.kemnaker.go.id.

              "Pelayanan posko THR ini mulai diberlakukan dari tanggal 20 April hingga 20 Mei 2021. Kalau
              secara offline maka ada jam kerjanya, dari jam 8 sampai jam 3 sore," pungkasnya.

              Menaker Ida meminta kepada pemerintah provinsi maupun kota, untuk membentuk posko yang
              sama. Hal itu dalam rangka pelaksanaan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan
              daerah.

              Ida  menekankan,  peran  aktif  gubernur,  bupati,  walikota  sangat  penting  dalam  melakukan
              pengawasan,  serta  menjatuhkan  sanksi  bagi  pengusaha  yang  melakukan  pelanggaran
              pelaksanaan THR Keagamaan Tahun 2021, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
              berlaku.

              "Sekali  lagi  saya  ingin  sampaikan  bahwa  keberadaan  posko  THR  Keagamaan  ini  adalah
              merupakan bentuk fasilitasi pemerintah, agar pekerja atau buruh mendapatkan THR dan bisa
              dibayarkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ucapnya.

              Ida juga menjelaskan, posko THR Keagamaan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Selain
              melibatkan  internal  Kemnaker  seperti  Sekretaris  Jenderal,  Dirjen  Binwasnaker  K3  dan
              sebagainya. Pihaknya juga melibatkan representasi serikat pekerja atau buruh dan pengusaha
              atau Apindo.

              "Selama ini teman-teman sudah masuk dalam tim kerja atau di Dewan Pengupahan Nasional.
              Ini  yang  berbeda  posko  tahun  ini  dibandingkan  dengan  tahun  lalu,  kami  ingin  benar-benar
              melibatkan semua," jelasnya.

              Diketahui, Kemnaker sebelumnya telah menegaskan THR 2021 kepada pekerja dan buruh harus
              dibayar penuh oleh perusahaan. THR harus diberikan secara tepat waktu, selambatnya seminggu
              sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri.

              Hal itu telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021, sesuai Peraturan
              Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan

                                                           283
   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289