Page 314 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 314

MENAKER IDA: BELUM ADA LAPORAN PERUSAHAAN YANG TAK MAMPU BAYAR THR
              2021
              Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah memastikan belum ada satu pun perusahaan yang
              melaporkan  tidak  bisa  atau  tidak  mampu  memenuhi  kewajibannya  untuk  membayarkan
              Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  Keagamaan  2021.  Skema  pembayaran  THR  tahun  ini  dilakukan
              secara penuh dan tepat waktu atau tidak lagi dicicil seperti tahun 2020 lalu.

              "Sampai  hari  ini  belum  ada  perusahaan  yang  tidak  mampu  (membayar  THR  2021),  karena
              biasanya bisa terbaca adanya itu pada minggu kedua dan minggu ketiga," tegasnya dalam acara
              Launching Posko THR Tahun 2021 dan Call Center 1500-630, Senin (19/4).

              Kata  Menaker  Ida,  saat  ini  baru  memasuki  awal  Ramadan.  Sehingga,  belum  ada  satu  pun
              perusahaan yang melaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat atas ketidakmampuan
              dengan skema pembayaran THR di tahun ini.

              "Karena  biasanya  bisa  terbaca  adanya  (laporan)  itu  pada  minggu  kedua  dan  minggu  ketiga
              (Ramadan)," bebernya.

              Selain itu, tenggat waktu pembayaran THR Keagamaan di tahun ini juga dinilai masih cukup
              panjang. Yakni sampai dengan H-7 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Jadi, sampai hari ini
              belum  ada  pengaduan  yang  masuk  terkait  dengan  ketidakmampuan  perusahaan  membayar
              THR," ujar dia menekankan.

              Aturan  THR  Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  memastikan  skema
              pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 dilakukan secara penuh dan tepat
              waktu. Mengingat pemberian THR merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja atau
              buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

              "Momen  keagamaan  ini  tidak  hanya  ditunggu  umat  Islam  untuk  beribadah  selama  sebulan
              penuh, namun juga yang ditunggu THR Keagamaan. Saya kira juga dinanti oleh teman-teman
              buruh dan pekerja di tanah air untuk memenuhi kebutuhan para pekerja dan keluarganya dalam
              merayakan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah," ungkapnya dalam acara konferensi pers tentang
              Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021, Senin (12/4).

              Menaker  Ida  mengatakan,  keputusan  untuk  merestui  pembayaran  THR  tahun  ini  dilakukan
              secara penuh lantaran pemerintah telah berupaya maksimal dalam memberikan berbagai insentif
              terhadap pelaku usaha selama pandemi Covid-19 berlangsung.

              "Sebagaimana  kita  ketahui  bersama  pemerintah  sudah  memberikan  dalam  berbagai  bentuk
              dukungan kepada pengusaha untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19," ucapnya.

              Tak  hanya  itu,  pada  tahun  2020  lalu  Kementerian  Ketenagakerjaan  juga  telah  memberikan
              kelonggaran bagi perusahaan yang tidak mampu membayar THR. Di antaranya dengan cara
              boleh dicicil.

              "Waktu itu pertimbangannya adalah kelangsungan usaha," bebernya.













                                                           313
   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319