Page 316 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 316
Ringkasan
Masa Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama lebih dari setahun menyebabkan perusahaan
swasta di berbagai sektor terdampak. Akibatnya lanjutannya, pelaku usaha sulit memenuhi
tunjangan hari raya (THR) bagi karyawannya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia
(PHRI) Jember Teguh Soeprajitno mengatakan, di kala lebaran ini, dirinya mengaku kesulitan
untuk memenuhi kebutuhan THR.
PENGUSAHA SULIT PENUHI THR KARENA PANDEMI, WABUP JEMBER SIAPKAN
STRATEGI KHUSUS
JEMBER, -Masa Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama lebih dari setahun menyebabkan
perusahaan swasta di berbagai sektor terdampak. Akibatnya lanjutannya, pelaku usaha sulit
memenuhi tunjangan hari raya (THR) bagi karyawannya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Teguh Soeprajitno
mengatakan, di kala lebaran ini, dirinya mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan THR.
Pemilik usaha perhotelan dan kafe itu beralasan, di kala pemerintah menerapkan aturan larangan
mudik ataupun penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, maka roda perekonomian
terdampak.
"Kami menyadari aturan dan kebijakan pemerintah. Tapi sedapatnya ada solusi-solusi yang cepat
dan baik. Tidak hanya kemudian hanya larangan-larangan saja. Apa yang saya rasakan ini, saya
yakin juga dirasakan para pelaku usaha lainnya," kata Teguh di tempat usahanya Kafelangit,
Senin (19/4/2021).
Ia mengatakan, dampak pandemi Covid-19 memberikan dampak secara ekonomi. Tapi solusi
tepat mestinya dilakukan untuk memberikan rasa tenang.
"Termasuk upaya vaksin cobalah lebih cepat stoknya. Bagaimana caranya bergerak ekonomi ini.
Kalau hanya larangan, dan tidak solutif," katanya.
"Soal vaksin kita di perhotelan dan restoran sudah lengkap vaksin dua kali. Tapi bagaimana
caranya memberikan rasa tenang dan nyaman. Tidak kemudian larangan mudik, tapi berdampak
tidak baik," sambungnya.
Dengan persoalan ekonomi yang dihadapi perusahaan di bidang perhotelan, ataupun bentuk
usaha lainnya. Bagaimana kemudian memberikan THR bagi masyarakat Jember.
"Soal THR juga menjadi kesulitan dan tidak dapat dipenuhi. Karena bagaimana? ekonomi tidak
jalan, pemasukan ke mana," tukasnya "Atau kalau mungkin bisalah diatur agar masyarakat bisa
keluar rumah, tapi tetap menerapkan prokes. Jangan hanya melarang saja. Mohon dan harapan
ada win-win solution. Apalagi dampaknya tidak hanya kami, tapi sejumlah toko oleh-oleh atau
tempat wisata juga terdampak," tandasnya.
Menanggapi hal ini, khususnya terkait THR, Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun
Barlaman, akan melakukan pembahasan terkait bagaimana mekanisme pemberian THR kepada
para tenaga kerja.
"Untuk soal THR kita bicarakan lebih lanjut strategi atau skemanya seperti apa, apakah lewat
CSR. Teknisnya untuk ASN atau kepedulian perusahaan," kata Gus Firjaun, sapaan akrabnya, di
DPRD Jember.
315

