Page 385 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 385

PEMBAYARAN THR TAK BOLEH DICICIL

              PANGKALPINANG,  www.wowbabel.com  --  Tunjangan  hari  raya  (THR)  keagamaan  wajib
              diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan atau tidak dengan dicicil seperti
              tahun sebelumnya.

              Hal  itu  diungkapkan  Kabid  Dinas  Penanaman  Modal  dan  Pelayanan  Terpadu  Satu  Pintu
              (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, Senin (19/4/2021).

              "Karena tentang cara pembayaran THR tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun lalu
              boleh dicicil namun sekarang harus sesuai ketetapan dan paling lambat H-7 sebelum hari raya
              keagamaan," kata dia kepada Wow Babel.

              Amrah  menjelaskan  ketetapan  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan No. M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya
              Keagamaan Tahun 2021 bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

              "Dari  surat  edaran  ini  ada  tiga  poin  tentang  pembayaran  THR.  Pertama,  THR  itu  di  dibayar
              kepada  seluruh  pekerja  yang  bekerja  di  perusahaan  dengan  persyaratan  atau  kriteria  bagi
              pekerja masa kerja satu bulan kerja terus menerus atau lebih," katanya "Pekerja atau buruh
              yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak
              tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu," kata Amrah.

              Kemudian yang kedua yaitu tentang besaran THR yang proporsional. Salah satunya, kata Amrah,
              bagi pekerja yang mempunyai masa kerja dua belas bulan ke atas secara terus menerus atau
              lebih, diberikan sebesar satu bulan upah atau lebih.

              Adapun dalam surat edaran ini, dijelaskan Amrah, juga diatur tentang bagi perusahaan yang
              terdampak atau yang masih terdampak akibat Covid-19, maka perusahaan harus merundingkan
              lagi tentang cara pembayaran dengan karyawannya.

              "Harus sepakat dan waktunya atau tujuh hari sebelum lebaran. Untuk pengenaan sanksi ada
              dua, pertama sanksi diberikan kepada pihak perusahaan dan sanksi kepada pengusaha nya,"
              kata Amrah.

              "Sanksi itu dapat berupa mulai dari pidana sampai dengan administratif bagi perusahaan," kata
              dia melanjutkan tentang sanksi.

              Selain itu, DPMPTSP dan Tenga Kerja Kota Pangkalpinang juga membuka posko pengaduan soal
              pemberian THR Kegamaan di Kantor Disnaker Pangkalpinang, di Jalan Jl. Rasakunda, Girimaya,
              Pangkalpinang. (hdd/wb)























                                                           384
   380   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390