Page 80 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 80
Ida menuturkan, biasanya pada minggu kedua atau ketiga Ramadan, baru akan terlapor dan
terlihat ada perusahaan tidak mampu membayar THR Keagamaan kepada pekerja atau buruh.
Selain itu, ia menilai, belum adanya laporan itu lantaran tenggat waktu pembayaran THR
Keagamaan 2021 masih cukup panjang, yakni sampai dengan H-7 Hari Raya Keagamaan pekerja
atau butuh bersangkutan.
"Jadi sampai sekarang memang resminya kami baru melaunching posko THR pada hari ini. Tapi
sesungguhnya sejak saya menyampaikan surat edaran itu, sudah dibuka posko itu. Tapi pada
saat itu kami belum memiliki call center tersendiri," ucapnya.
Kemenaker telah menegaskan THR 2021 kepada pekerja atau buruh harus dibayar penuh oleh
perusahaan. THR harus diberikan secara tepat waktu, selambatnya seminggu sebelum perayaan
Hari Raya Idul Fitri, sesuai SE Nomor M/6/HK.04/IV/2021.
Bagi perusahaan yang terlambat atau tidak membayar THR Keagamaan 2021, maka Kemnaker
akan menjatuhkan beberapa sanksi.
Bagi perusahaan terlambat bayar THR, akan ada denda 5% dari total THR yang harus
dibayarkan. Denda ini dikelola dan akan digunakan untuk kesejahteraan pekerja atau buruh.
Kemnaker menegaskan, pengenaan denda tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk
tetap membayar THR keagamaan kepada pekerja atau buruh.
Kemudian, bagi perusahaan yang tidak membayar THR. Akan ada sanksi administratif berupa
teguran tertulis; pembatasan kegiatan usaha; penghentian sementara, sebagian, atau seluruh
alat produksi; pembekuan kegiatan usaha.
Dasar hukum daripada kedua aturan tersebut adalah PP Nomor 36 Tahun 2021, Permenaker
Nomor 6 Tahun 2016, serta SE Nomor M/6/HK.04/IV/2021.
(Maidian Reviani).
79

