Page 466 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 466

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi mengeluarkan edaran terkait
              dengan  tunjangan  hari  raya  (THR),  yang  mana  pengusaha  diwajibkan  membayar  THR
              Keagamaan  paling  lama  7  hari  sebelum  hari  raya  keagamaan.  Aturan  ini  juga  merupakan
              stimulus untuk memacu konsumsi masyarakat di masa pemulihan ekonomi.

              Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Antonius
              J Supit mengatakan bahwa secara keseluruhan, kondisi pelaku industri dan usaha belum pulih
              pasca terdampak pandemi.

              "Lihat saja sektor pariwisata dan angkutan umum, secara kasat mata saja sudah terlihat belum
              pulih. Mereka bisa bertahan saja sudah bagus, artinya mereka sembari menunggu bisa kembali
              pulih dengan tetap berjalan," ujarnya seperti dikutip dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com.

              Menurutnya, kondisi perusahaan saat ini bermacam-macam. Ada yang sudah mulai berkembang
              sejak pandemi tetapi prosentasenya masih sangat kecil, ada yang stabil sejak sebelum pandemi
              sampai saat ini, dan sebagian besar kondisinya masih menurun.
              "Menurun itu ada sebagian yang sudah mulai recovery tetapi bisa dikatakan begitu kan kalau
              sudah mencapai BEP [break even point] dan umumnya ini masih di bawah BEP. Tapi itu penting
              daripada berhenti sama sekali," katanya.

              Terkait  dengan  kondisi  kemampuan  perusahaan  untuk  membayarkan  THR,  dia  mengatakan
              bahwa ada sebagian perusahaan yang memang mampu membayar THR tetapi sebagian lagi
              kondisinya keuangannya tidak terlalu baik, meskipun belum dipastikan apakah perusahaan yang
              seperti itu bisa membayar THR atau tidak.

              Selain itu, program THR yang dikaitkan dengan memacu daya beli konsumsi masyarakat untuk
              pemulihan  ekonomi  nasional  menurutnya  tidak  terlalu  memberikan  dampak  yang  signifikan
              karena sifatnya yang hanya sementara.

              Dia mengakui memang sebagian perusahaan menyanggupi pembayaran THR. Namun, di satu
              sisi, dia juga mempertanyakan bagaimana dengan perusahaan yang betul-betul tidak mampu
              membayarkan THR.

              "Di aturannya kan yang tidak mampu diminta untuk lapor pemda dan berdialog dengan pekerja,
              tetapi kan pemerintah tidak memberikan dispensasi selain harus membayarnya maksimal 1 hari
              sebelum lebaran. Artinya tidak boleh tidak memberikan THR," imbuhnya.

              Menghadapi situasi saat ini, dia mengatakan bahwa seharusnya perusahaan yang betul-betul
              tidak  sanggup  membayar  THR  saat  ini  melakukan  perundingan  dengan  pekerja  dan  pihak
              manajemen sebagai pelaku yang mengerti kondisi perusahaan untuk memutuskan mekanisme
              pembayaran THR.

              "Kalau pemerintah mau berikan hukuman pada perusahaan ya silakan saja. Ini kan menyangkut
              cash flow, kalau memang tidak ada ya apa boleh buat," tandasnya.

              Sumber : bisnis.com.













                                                           465
   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471