Page 470 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 470

TAK BAYAR THR PERUSAHAAN BISA DITUTUP

              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  membuka  posko  pengaduan  pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR) di 34 provinsi atau di setiap provinsi di Indonesia. Bagi perusahaan
              yang tidak membayar THR akan dijatuhi sanksi, di antaranya didenda 5% dari nilai THR yang
              tidak dibayar, bahkan perusahaan bisa ditutup.

              "Saya  meminta  kepada  para  gubernur  untuk  membentuk  posko  THR  dan  melaporkan
              ketenagakerjaan. Sampai hari ini 34 provinsi di Indonesia sudah membentuk posko THR," kata
              Menaker Ida Fauziyah dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (26/4).

              Menaker menyebutkan, pembentukan posko THR sebagai bentuk pemberian kepastian hukum
              dan mengatasi jika ada keluhan terkait pembayaran THR yang tidak sesuai dengan peraturan
              perundang-undangan.

              Pengaduan  pembayaran  THR  bisa  dilakukan  dengan  mengunjungi  Posko  THR  di  dinas
              ketenagakerjaan pada masing-masing daerah, melalui daring, maupun call center 1500 630.

              Setelah  mendapat  laporan,  lanjut  Menaker,  pengawas  ketenagakerjaan  akan  melakukan
              pengawasan THR berupa nota pemeriksaan hingga memberikan rekomendasi kepada gubernur
              dan atau walikota setempat untuk pengenaan sanksi.

              Sanksi  administratif  berupa  teguran  tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,  penghentian
              sementara  atau  seluruh  alat  produksi  hingga  pembekuan  usaha.  Sedangkan  sanksi  maupun
              denda sebesar 5% dari total THR harus dibayarkan perusahaan.

              "Kita berharap teman-teman serikat pekerja maupun buruh, maupun teman pengusaha mau
              pantau secara langsung poskoTHR secara periodik dan melihat bagaimana progres pembayaran
              THR yang terlapor di posko ketenagakerjaan," ujar Menaker.
              Dia menegaskan pemerintah telah memberikan banyak insentif kepada dunia usaha, sehingga
              pengusaha diharapkan patuh membayar THR.

              "Harapannya adalah ada kepatuhan dari para pengusaha untuk membayar THR. Pemerintah
              berharap sekali ini akan meningkatkan daya beli masyarakat yang pada akhirnya bisa mencapai
              target pertumbuhan ekonomi kita," ujar Menaker.

              Menaker telah menerbitkan aturan pemberian THR untuk Lebaran 2021 melalui Surat Edaran
              (SE) Nomor M/6/ HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan

              Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/ Buruh di Perusahaan.
              Berdasarkan  SE  tersebut,  THR  wajib  dibayarkan  paling  lambat  tujuh  hari  sebelum  hari  raya
              keagamaan.

              Sedangkan bagi perusahaan yang masih terdampak Covid-19 dan tidak mampu membayar THR
              seperti waktu yang ditentukan, diminta untuk melakukan dialog secara kekeluargaan dan itikad
              baik dan membuat kesepakatan secara tertulis dengan batas waktu pembayaran THR tersebut
              dan diberi kelonggaran hingga H-1 Lebaran.

              Data Tahun 2020

              Ke menaker mencatat ada 410 perusahaan diadukan dalam kasus pembayaran THR tahun 2020.
              Di antaranya, sudah ada lima perusahaan yang dijatuhi sanksi.

              Menaker Ida Fauziyah menjelaskan, dari 410 aduan tersebut, sebanyak 307 perusahaan sudah
              selesai melalui pemeriksaan dan pembinaan. Sebagian besar sudah membayarkan kewajiban
              THR-nya.
                                                           469
   465   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475