Page 475 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 475

Seperti  yang  tertuang  dalam  Surat Edaran tersebut, THR  wajib  dibayarkan  penuh  dan  tepat
              waktu kepada karyawan yang memenuhi kriteria. Karyawan yang telah bekerja minimal 1 bulan
              atau lebih secara terus menerus berhak mendapatkan THR.



              KARYAWAN MASA KERJA 1 BULAN SUDAH BERHAK DAPAT THR

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fuziyah mengingatkan, perusahaan untuk memberikan tunjangan
              Hari  Raya  (THR)  kepada  pekerja  atau  buruh  yang  memiliki  masa  kerja  minimal  1  bulan.
              Perhitungan pemberian THR diatur dalam Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/6.HK.04/IV/202L

              Seperti  yang  tertuang  dalam  Surat Edaran tersebut, THR  wajib  dibayarkan  penuh  dan  tepat
              waktu kepada karyawan yang memenuhi kriteria. Karyawan yang telah bekerja minimal 1 bulan
              atau lebih secara terus menerus berhak mendapatkan THR.
              "Diberikan kepada buruh atau pekerja yang memiliki masa kerja satu bulan secara terus menerus
              atau lebih yang mempunyai Perjanjian Kerja WaktuTertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu
              tidak tertentu (PKWTT)," ujarnya dalam diskusi daring, Jakarta, Senin (26/4).

              Menteri Ida menjelaskan, THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan pengusaha
              kepada buruh dalam rangka memperingati hari raya keagamaan. Besaran THR yang diberikan
              sekitar 1 bulan upah atau proporsionalitas masa kerja 12 kali 1 bulan upah dengan masa kerja
              1 bulan terus menerus tapi kurang dari 12 bulan.
              "THR  adalah  pendapatan  non  upah  yang  wajib  dibayarkan  pengusaha  kepada  buruh  dan
              keluarganya paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Besarannya 1 bulan dari upah
              dengan masa kerja 12 bulan secara terus menerus, lalu proporsionalitas masa kerja," jelasnya.

              Dia menambahkan, bulan suci Ramadan dan Idul Fitri adalah bulan yang ditunggu umat Islam
              Disamping itu yang ditunggu oleh pekerja dan para buruh adalah pemberian THR. Karena itu
              pemerintah mengatur pemberian pembayaran THR ini dalam surat edaran.

              "Pemberian  THR  tahun  ini  sudah  mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  kita  pemerintah
              sudah memberikan insentif dan stimulus kepada pelaku usaha. Saya sampaikan sebelum Surat
              Edaran dikeluarkan, sudah dilakukan diskusi dengan para stakeholder," tandasnya.

              Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  mengatakan,  pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR) mampu mengungkit ekonomi 1 persen Produk Domestik Bruto (PDB)
              Indonesia. Sebab, dana THR diperkirakan mencapai Rp 150 triliun yang akan beredar di publik.

              "Terkait dengan kegiatan jelang Lebaran ada yang didorong pemerintah gerakan perekonomian
              dengan pembayaran THR," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara online, Jakarta, Jumat
              (23/4).'THR bisa mengungkit 1 persen PDB, sebab pembayaran THR totalnya baik dari sektor
              tenaga kerja, maupun ASN, TNI, POLRI jumlahnya mendekati Rp 150 triliun atau 1 persen dari
              pada dana yang akan beredar di publik," sambungnya.

              Dengan adanya peredaran uang tersebut, maka konsumsi masyarakat meningkat pesat pada
              April  2021.  Kondisi  ini  terjadi  meski  Indonesia  masih  dalam  tahap  pemulihan  dari  dampak
              Pandemi Covid-19.

              Berdasarkan  Big  Data  Bank  hingga  April  2021  terakhir,  pertumbuhan  belanja  masyarakat
              mencapai 32,48 persen. Tumbuh tinggi dari kondisi Februari 2021 yang masih di kisaran zona
              netral atau nol persen. "Terlihat dari big data bank telah terjadi kenaikan cukup besar di April
              32,48 persen mi sejalan dengan indeks keyakinan konsumen," jelas Airlangga.



                                                           474
   470   471   472   473   474   475   476   477