Page 103 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 103
BPJS KETENAGAKERJAAN SIAPKAN SANTUNAN KORBAN JATUHNYA SRIWIJAYA
AIR
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyampaikan dukacita terkait
peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu. Atas peristiwa itu,
BPJS Ketenagakerjaan memastikan perlindungan atas program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
atau Jaminan Kematian (JKM) bagi para pekerja korban kecelakaan tersebut.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan pihaknya telah melakukan
penelusuran melalui Layanan Cepat Tanggap BPJAMSOSTEK. Menurutnya, untuk sementara
telah mendapatkan data para pekerja dari Sriwijaya Air dan NAM Air yang sedang bertugas.
"Sejalan dengan hal tersebut, untuk mengantisipasi temuan korban lainnya yang merupakan
pekerja, kepada para keluarga atau kolega jika mengetahui ada dari korban yang sedang
menjalankan tugas kedinasan, agar menginformasikan kepada BPJAMSOSTEK melalui kanal
informasi resmi kami atau Kantor Cabang BPJAMSOSTEK terdekat. Kami pastikan santunan yang
akan diberikan sampai ke ahli waris para korban," kata Krishna, dalam keterangan tertulis,
Minggu (10/1/2021).
Adapun kanal informasi yang dimaksud antara lain layanan Contact Center 175, Facebook BPJS
Ketenagakerjaan dan Twitter resmi @bpjstkinfo. Seluruh insan BPJAMSOSTEK siap membantu
menerima laporan atau informasi dari keluarga korban SJ182 ini.
Krishna menjelaskan, jika pekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia saat bertugas
atau dalam suatu kegiatan terkait dengan kedinasan, ahli waris pekerja berhak mendapatkan
santunan program JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan kepada BPJAMSOSTEK.
Selain itu, kata dia, anak ahli waris pekerja juga berhak atas beasiswa pendidikan dari sekolah
dasar hingga kuliah bagi 2 orang anak dengan nilai maksimal Rp 174 juta untuk 2 orang anak.
"Demikian juga jika ada dari pekerja yang menjadi korban meski tidak sedang bertugas atau
dalam kedinasan, tetap berhak atas santunan Jaminan Kematian senilai Rp 42 juta yang akan
diberikan kepada ahli waris yang sah. Untuk program ini juga berlaku beasiswa bagi 2 orang
anak pekerja," katanya.
Selain itu, ahli waris pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan tersebut secara otomatis
akan mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan pekerja semasa masih
aktif bekerja. Atas nama manajemen BPJS Ketenagakerjaan, Krishna menyampaikan dukacita
yang mendalam atas musibah yang menimpa para penumpang SJ182.
"Semoga amal ibadah mereka diterima dan keluarga yang ditinggalkan juga diberi keikhlasan
dalam menghadapi musibah ini," pungkasnya.
102

