Page 105 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 105
Sejalan dengan hal tersebut, untuk mengantisipasi temuan korban lainnya yang merupakan
pekerja, Krishna menyampaikan kepada para keluarga atau kolega jika mengetahui ada dari
korban yang sedang menjalankan tugas kedinasan, agar menginformasikan kepada
BPJAMSOSTEK melalui kanal informasi resmi kami atau Kantor Cabang BPJAMSOSTEK terdekat.
"Kami pastikan santunan yang akan diberikan sampai ke ahli waris para korban," jelasnya.
Adapun kanal informasi yang dimaksud antara lain layanan Contact Center 175, Facebook BPJS
Ketenagakerjaan dan Twitter resmi @bpjstkinfo. Seluruh insan BPJAMSOSTEK siap membantu
menerima laporan atau informasi dari keluarga korban SJ182 ini.
Sebagaimana diketahui, jika pekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia saat bertugas
atau dalam suatu kegiatan terkait dengan kedinasan, maka ahli waris pekerja berhak
mendapatkan santunan program JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan kepada
BPJAMSOSTEK.
Selain itu, anak ahli waris pekerja juga berhak atas beasiswa pendidikan dari sekolah dasar
hingga kuliah bagi 2 orang anak dengan nilai maksimal Rp174 juta untuk 2 orang anak.
Demikian juga jika ada dari pekerja yang menjadi korban meski tidak sedang bertugas atau
dalam kedinasan, tetap berhak atas santunan Jaminan Kematian senilai Rp42 juta yang akan
diberikan kepada ahli waris yang sah. Untuk program ini juga berlaku beasiswa bagi 2 orang
anak pekerja.
Selain itu, ahli waris pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan tersebut juga secara
otomatis akan mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan pekerja semasa
masih aktif bekerja.
Atas nama manajemen BPJS Ketenagakerjaan, Krishna menyampaikan duka cita yang mendalam
atas musibah yang menimpa para penumpang SJ182. Semoga amal ibadah mereka diterima dan
keluarga yang ditinggalkan juga diberi keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
(*).
104

