Page 77 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 77

Peneliti  Center  of  Reform  on  Economics  (CORE),  Yusuf  Rendy  Manilet,  mengatakan  peluang
              terjadinya tersebut bergantung dengan efektivitas penerapan kebijakan tersebut.
              "Apakah dalam menjalankan proses di atas tadi ada peluang PHK dan perumahan karyawan
              tentu, namun akan seberapa besar jumlah PHK akan terjadi akan tergantung kepada seberapa
              lama dan tepat kebijakan pemerintah dalam penangan kesehatan," kata Yusuf saat dihubungi,
              Minggu (10/1).

              Yusuf menjelaskan, potensi gelombang PHK tersebut harus diminimalisir. Menurut dia, berbagai
              stimulus  bisa  mencegah  dampak  negatif  pembatasan.  Namun,  bantuan  tersebut  tidak  boleh
              salah sasaran.

              "Tentu saja, untuk meminimalisir dampak bantuan pemerintah beragam bantuan bisa menjadi
              penolong sementara, namun perlu dipastikan juga jumlahnya proporsional dan ketepatan data
              penyaluran," ujar Yusuf.

              "Kecepatan  dan  ketepatan  penyaluran  bantuan  juga  menjadi  esensial  dalam  mengantisipasi
              dampak dari PSBB ini kembali," tambahnya.

              Selain dengan cara tersebut, Yusuf merasa untuk meminimalisir dampak PHK bisa saja bekerja
              sama dengan lembaga seperti filantropis dalam membantu masyarakat yang terdampak pandemi
              COVID-19 ini.

              Meski begitu, Yusuf menganggap kebijakan pembatasan memang harus dilakukan pemerintah.
              Menurutnya, apabila pandemi bisa segara diatasi, maka aktivitas perekonomian bakal segera
              bangkit kembali.

              "Namun,  kebijakan  ini  juga  harus  dibarengi  dengan  kebijakan  lain  seperti  memperbanyak
              kapasitas test, tracing dan isolasi yang lebih agresif, dan mengetatkan proses punishment bagi
              warga yang tidak disiplin menjalankan protokoler kesehatan. Serta melakukan distribusi vaksin,"
              tutur Yusuf.






































                                                           76
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82