Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 85

Atas  kejadian  tersebut,  Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial  (BPJS)  Ketenagakerjaan  atau
              (BPJamsostek) menyampaikan dukacita kepada keluarga korban dan memastikan perlindungan
              atas program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau Jaminan Kematian (JKM) bagi para pekerja
              korban kecelakaan tersebut.

              Direktur  Pelayanan  BPJamsostek  Krishna  Syarif  mengatakan,  pihaknya  telah  melakukan
              penelusuran melalui Layanan Cepat Tanggap BPJamsostek.

              Untuk sementara, pihaknya juga telah mendapatkan data para pekerja dari Sriwijaya Air dan
              NAM Air yang sedang bertugas.

              Guna  mengantisipasi  temuan  korban  lain  yang  merupakan  pekerja,  BPJamsostek  juga  telah
              menyiapkan kanal informasi resmi atau Kantor Cabang BPJamsostek terdekat.

              Krishna menyampaikan, bila ada korban yang sedang menjalankan tugas dinas, keluarga atau
              kolega dapat menginformasikannya kepada BPJamsostek.

              "Kami pastikan santunan yang akan diberikan sampai ke ahli waris para korban," ujarnya dalam
              keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (10/1/2021).

              Adapun kanal informasi yang dimaksud antara lain layanan Contact Center 175, Facebook BPJS
              Ketenagakerjaan dan Twitter resmi @bpjstkinfo.

              Krishna  menegaskan,  seluruh  insan  BPJamsostek  siap  membantu  menerima  laporan  atau
              informasi dari keluarga korban SJ182.

              Seperti diketahui, jika pekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia saat bertugas atau
              dalam  suatu  kegiatan  terkait  dengan  kedinasan,  ahli  waris  pekerja  berhak  mendapatkan
              santunan program JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan kepada BPJamsostek.

              Selain  itu,  anak  ahli  waris  pekerja juga  berhak  atas  beasiswa pendidikan  dari  sekolah  dasar
              hingga kuliah bagi dua orang anak dengan nilai maksimal Rp 174 juta.
              Demikian juga jika ada dari pekerja yang menjadi korban meski tidak sedang bertugas atau
              dalam kedinasan, tetap berhak atas santunan Jaminan Kematian senilai Rp 42 juta yang akan
              diberikan kepada ahli waris yang sah. Untuk program ini, juga berlaku beasiswa bagi dua orang
              anak pekerja.
              Selain  itu,  ahli  waris  pekerja  yang  meninggal  dunia  karena  kecelakaan  tersebut  juga  secara
              otomatis akan mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan pekerja semasa
              masih aktif bekerja.

              Atas  nama  manajemen  BPJamsostek,  Krishna  menyampaikan  dukacita  yang  mendalam  atas
              musibah yang menimpa para penumpang SJ182.

              "Semoga amal ibadah mereka diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dalam
              menghadapi musibah ini," terangnya.














                                                           84
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90