Page 65 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 DESEMBER 2020
P. 65

BP2MI RESPONS CEPAT SUSPENSI OTORITAS TAIWAN TERHADAP PENEMPATAN
              PMI
              Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) merespons cepat tindakan otoritas Taiwan
              menghentikan sementara penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipicu adanya 85
              PMI di Taiwan yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang tiba pada bulan Oktober-November 2020.

              Kepala BP2MI Benny Rhamdani, telah bertemu dengan  TETO, perwakilan otoritas Taiwan di
              Indonesia, untuk mendapatkan klarifikasi terkait pengumuman otoritas Taiwan tersebut.

              "Indonesia serius dalam menangani Covid-19 karena keselamatan PMI adalah hukum tertinggi.
              Pada  tanggal  9  September  2020,  BP2MI  mengeluarkan  Surat  Edaran  yang  mewajibkan  PMI
              melakukan tes PCR sebelum berangkat ke negara penempatan. Surat Edaran ini kami keluarkan
              bahkan sebelum Otoritas Taiwan mengeluarkan ketentuan untuk swab PCR. Bagi kami, adanya
              85 PMI yang terkonfirmasi positif di Taiwan adalah masalah yang sangat serius," ungkap Benny
              saat konferensi pers di Kantor BP2MI, Jakarta, Rabu (2/12/2020).
              Seperti diketahui, otoritas Taiwan menetapkan suspensi terhadap penempatan PMI ke Taiwan
              selama dua minggu dari tanggal 4-17 Desember 2020 dan akan menginformasikan lebih lanjut
              mengenai penerimaan PMI ke Taiwan setelah tanggal 17 Desember 2020.

              Ada pun bagi 14 Perusahaan Penempatan PMI (P3MI) yang menjadi sumber cluster positif Covid-
              19 dari 85 PMI tersebut, hanya dapat menempatkan kembali ke Taiwan jika telah mendapatkan
              rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI dan BP2MI dan mendapatkan persetujuan CDC
              Taiwan.

              Benny menanggapi hal ini dengan menegaskan akan merekomendasikan kepada Kementerian
              Ketenagakerjaan (Kemnaker) agar P3MI yang melanggar protokol kesehatan dan terbukti tidak
              melakukan tes PCR terhadap PMI untuk dicabut izinnya.

              "BP2MI akan merekomendasikan pula kepada Kementerian Kesehatan RI agar sarana kesehatan
              (sarkes) yang diduga memalsukan hasil tes PCR untuk dicabut izinnya," kata dia.

              Sejalan  dengan  itu,  pihaknya  akan  membuat  tim  khusus  berkolaborasi  dengan  TETO  untuk
              melakukan  pengetatan,  pengawasan,  dan  evaluasi,  sejauh  mana  P3MI  secara  efektif  dan
              konsisten melakukan tes PCR untuk para PMI sebelum berangkat ke negara penempatan.

              Disampaikan pula bahwa BP2MI akan mengundang P3MI dan Sarkes pada Senin (7/12) untuk
              memberikan arahan terkait penempatan PMI di masa pandemi Covid-19 ini. P3MI yang diundang
              harus  membawa  nama-nama  PMI  yang  akan  dan  sudah  dikirim  ke  Taiwan  dan  bukti-bukti
              pemeriksaan PCR.

              "Bersamaan dengan itu, BP2MI juga meminta bantuan otoritas Taiwan untuk menginformasikan
              dengan  lengkap  nama-nama  PMI  yang  terkonfirmasi  Covid-19  sebagai  referensi  untuk
              melakukan tracing di dalam negeri," kata dia.

              BP2MI, kata dia, juga akan melakukan revisi terhadap Surat Edaran Kepala BP2MI tanggal 9
              September  2020  yang  lebih  kuat  dengan  mencantumkan  sanksi  terhadap  P3MI  yang  tidak
              menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan tidak dapat membuktikan hasil PCR yang
              valid.

              "BP2MI akan memperkuat kerja sama dengan Gugus Tugas Covid-19 dalam penempatan PMI di
              masa pandemi covid-19. Kami akan melakukan berbagai upaya untuk melakukan pelindungan
              terhadap PMI dan untuk menjaga hubungan baik Indonesia dan Taiwan. Semoga keputusan
              yang diambil otoritas Taiwan ini adalah keputusan berdasarkan temuan medis, bukan keputusan
              politis," tutup Benny. Sumber:BeritaSatu.com.

                                                           64
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70