Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 APRIL 2021
P. 61

Menaker menjelaskan dengan adanya pelatihan kompetensi bagi santri di BLK Komunitas, lulusan
              pesantren akan memiliki keunggulan lebih di pasar kerja. Selain menguasai hard skill, santri
              sudah barang tentu memiliki dasar agama kuat yang menjadi landasan soft skills.

              "Jadi kepada para santri, teruslah mengembangkan soft skilis, ilmu agama dan akhlakul karimah
              sebagai ciri khas lulusan pesantren. Karena kompetensi tanpa budi pekerti yang baik tidak akan
              bermanfaat," jelasnya.

              Rangkul stakeholder

              Lebih  jauh,  Menaker  meminta  pengelola  BLK  Komunitas  harus  merangkul  stakeholders  dari
              semua kalangan. Pengelola juga harus memanfaatkan segala sumber daya untuk mendukung
              dan menjaga program dan keberlangsungan BLK.

              Dia mengatakan, para stakeholdar terutama dunia usaha dan industri dapat berperan dalam
              memetakan  kebutuhan  tenaga  kerja.  Pelatihan  di  BLK  juga  bisa  didesain  agar  sesuai  dan
              mendukung kebutuhan industri.

              "Sehingga ke depannya pengelola bisa membuka kejuruan pelatihan di luar yang telah dibuka
              sebelumnya," ucapnya.

              Menaker menambahkan peran pengelola juga dapat mencari peluang dari pemanfaatan dana
              corporate social responsibility (CSR) perusahaan untuk pelatihan. Nantinya dari pemerintah bisa
              didesain pelatihan program dan pembiayaan pelatihan dengan memanfaatkan dana APBD, atau
              dengan mengakses program pemerintah yang relevan seperti dana desa.

              "Kegigihan  dan  kepiawaian  pengola  sangat  dibutuhkan  untuk  menjaga  keberlangsungan
              pelatihan vokasi di BLK Komunitas," katanya.

              ruf/N-3








































                                                           60
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66