Page 239 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 239
Angka statistik menunjukkan generasi milenial dan generasi Z menjadi kunci performa ekonomi
Indonesia di masa depan.
Dorongan ini disampaikan dalam acara Ngopi Daring bertajuk 'How to Boost Millenial HR During
Pandemic' yang digelar Politeknik Ketenagakerjaan pada Jumat (30/7/2021).
Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, masa pandemi Covid-19 merupakan
momentum penting bagi semua pihak seperti institusi pendidikan, generasi milenial, dan para
pelaku usaha untuk bersama-sama bangkit dan terus berkarya guna menopang pertumbuhan
ekonomi Indonesia.
"Bagi institusi pendidikan, khususnya Polteknaker, harus terus mampu mengedepankan research
and development yang terprogram bagi peningkatan SDM generasi milenial," ujar Anwar dalam
sambutan acara itu.
Kemajuan informasi, teknologi, dan informasi menjadi ujung tombak perubahan berbagai bidang
sosial-ekonomi.
Menurutnya, generasi milenial harus mampu mengoptimalkan SDM dan adaptif dengan
kemajuan teknologi. Mereka diharapkan menjadi penerus bangsa menghadapi perubahan
berbagai bidang pembangunan.
Sedangkan para pelaku usaha di dunia usaha dan industri pun harus dapat mengelola dan
memastikan para HR untuk konsen terhadap potensi SDM milenial, sehingga terjalin kinerja dan
ketahanan (resilience).
Perusahaan pun dapat terus tumbuh di masa pandemi untuk membantu pertumbuhan ekonomi
nasional.
"Melalui kesempatan ini, saya berharap acara Ngopi Daring Nasional ini menjadi program
berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi generasi milenial, sehingga dapat memberikan
kontribusi yang lebih luas terhadap perekonomian nasional," kata dia.
Saat masa pandemi Covid-19, gelombang pekerja berusia 18 hingga 30 tahun telah memasuki
angkatan kerja. Kelompok ini disebut kaum milenial yang identik dengan perkembangan
teknologi dan tak mudah memastikan agar kaum milenial ini dapat bekerja dengan baik di
perusahaan.
Penelitian oleh Gallup (2016) menunjukkan hanya 29 persen karyawan milenial secara emosional
dan perilaku terhubung erat dengan pekerjaan dan perusahaan.
Hal ini tentu merupakan kerugian besar bagi perusahaan. Mereka, kata Anwar, hanya muncul di
jam kerja namun tidak memberikan yang terbaik untuk perkembangan perusahaan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, mencatat generasi milenial di dunia kerja
menempati posisi pertama dengan 33,25 persen dalam hal komposisi populasi di Indonesia.
Selanjutnya peringkat kedua diraih oleh generasi Z (29,23 persen), dan posisi ketiga oleh
generasi X (25,74 persen), dan keempat adalah baby boomers (11,27 persen).
"Angka statistik ini menunjukkan bahwa kemampuan memaksimalkan generasi milenial dan
generasi Z menjadi kunci performa bangsa Indonesia di masa depan, dalam menghadapi
persaingan global sekaligus mendorong pertumbuhan produktivitas yang berdampak penguatan
perekonomian Indonesia," ujar Anwar Sanusi.
238

