Page 236 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 236
pihak seperti institusi pendidikan, generasi milenial, dan para pelaku usaha untuk bersama-sama
bangkit dan terus berkarya guna menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
DORONG MILENIAL TERUS BERKARYA, KEMNAKER GELAR NGOPI DARING
NASIONAL
Untuk mendorong para milenial terus berkarya dan berkontribusi positif di era adaptasi baru,
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan menggelar
kegiatan Ngopi Daring Nasional bertajuk 'How To Boost Millenial HR During Pandemic' pada
Jumat (30/7/2021).
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan bahwa masa
pandemi Covid-19 merupakan momentum sangat penting bagi semua pihak seperti institusi
pendidikan, generasi milenial, dan para pelaku usaha untuk bersama-sama bangkit dan terus
berkarya guna menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Bagi institusi pendidikan, khususnya Polteknaker, harus terus mampu mengedepankan research
and development yang terprogram bagi peningkatan SDM generasi milenial," ujar Sekjen Anwar
Sanusi.
Anwar Sanusi mengatakan, seiring kemajuan informasi, teknologi dan informasi yang menjadi
ujung tombak perubahan berbagai bidang sosial ekonomi, maka langkah yang ditempuh generasi
milenial harus mampu terus mengoptimalkan SDM dan adaptif dengan kemajuan teknologi.
Sehingga, kaum milenial dapat menjadi penerus bangsa dalam menghadapi perubahan berbagai
bidang pembangunan.
Sedangkan para pelaku usaha di dunia usaha dan industri (DUDI) harus dapat mengelola dan
memastikan para HR untuk concern terhadap potensi SDM milenial, sehingga kinerja dan
ketahanan (resilience) perusahaan di masa pandemi dapat terus tumbuh untuk membantu
pertumbuhan ekonomi nasional.
"Melalui kesempatan ini, saya berharap acara Ngopi Daring Nasional ini menjadi program
berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi generasi milenial, sehingga dapat memberikan
kontribusi yang lebih luas terhadap perekonomian nasional," kata Anwar Sanusi.
Anwar Sanusi menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, gelombang pekerja berusia 18 hingga
30 tahun telah memasuki angkatan kerja. Kelompok kerja ini disebut kaum milenial yang identik
dengan perkembangan teknologi dan tak mudah memastikan agar kaum milenial ini dapat
bekerja dengan baik di perusahaan.
Sementara penelitian oleh Gallup (2016) memperlihatkan hanya 29 persen karyawan milenial
secara emosional dan perilaku terhubung erat (engaged) dengan pekerjaan dan perusahaan.
"Hal ini tentu merupakan kerugian besar bagi perusahaan, karena mereka hanya muncul di jam
kerja namun tidak memberikan yang terbaik untuk perkembangan perusahaan," kata Anwar
Sanusi.
Anwar Sanusi menambahkan, generasi milenial di dunia kerja, menurut data dari Badan Pusat
Statistik (BPS) tahun 2019, tercatat menempati posisi pertama dengan 33,25 persen dalam hal
komposisi populasi di Indonesia. Selanjutnya peringkat kedua diraih oleh generasi Z (29,23
persen), dan posisi ketiga oleh generasi X (25,74 persen), dan keempat, baby boomers (11,27
persen).
235

