Page 231 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 231
Kaum milenial diharapkan dapat menjadi penerus bangsa dalam menghadapi perubahan
berbagai bidang pembangunan.
Sedangkan para pelaku usaha di dunia usaha dan industri (DUDI) harus dapat mengelola dan
memastikan para HR untuk concern terhadap potensi SDM milenial, sehingga kinerja dan
ketahanan (resilience) perusahaan di masa pandemi dapat terus tumbuh untuk membantu
pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui kesempatan ini, saya berharap, acara Ngopi Daring Nasional dapat menjadi program
berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi generasi milenial, sehingga dapat memberikan
kontribusi yang lebih luas terhadap perekonamian nasional,“ kata Anwar.
Ia menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, gelombang pekerja berusia 18 hingga 30 tahun telah
masuk angkatan kerja. Kelompok kerja ini disebut kaum milenial yang identik dengan
perkembangan teknologi dan tak mudah memastikan, agar kaum milenial ini dapat bekerja
dengan baik di perusahaan.
Sementara penelitian oleh Gallup (2016) memperlihatkan hanya 29 persen karyawan milenial
secara emosional dan perilaku terhubung erat (engaged) dengan pekerjaan dan perusahaan.
“Hal ini tentu merupakan kerugian besar bagi perusahaan, karena mereka hanya muncul di jam
kerja namun tidak memberikan yang terbaik untuk perkembangan perusahaan,“ katanya.
Anwar menambahkan, generasi milenial di dunia kerja, menurut data dari Badan Pusat Statistik
(BPS) tahun 2019, menempati posisi pertama dengan 33,25 persen dalam hal komposisi populasi
di Indonesia. Selanjutnya peringkat kedua diraih oleh generasi Z (29,23 persen), dan posisi
ketiga oleh generasi X (25,74 persen), dan keempat, baby boomers (11,27 persen).
“Angka statistik ini menunjukkan bahwa kemampuan memaksimalkan generasi milenial dan
generasi Z menjadi kunci performa bangsa Indonesia di masa depan, dalam menghadapi
persaingan global sekaligus mendorong pertumbuhan produktivitas yang berdampak penguatan
perekonomian Indonesia,“ ujar Anwar.
Sementara itu, Elviandi Rusdy selaku Plt. Direktur Polteknaker mengatakan, hadirnya para
milenial di masa pandemi Covid-19 dan revolusi industri 4.0 diharapkan mampu meningkatkan
kompetensi dan produktivitas, sehingga angkatan kerja yang ada di Indonesia dapat diserap
dengan baik.
"Produktivitas kerja milenial di Indonesia saat ini masih sebesar 74,4 persen, masih di bawah
rata-rata negara ASEAN sekitar 78,4 persen. Ini tantanganan bagi kita kaum milenial agar di
masa pandemi dan revolusi industri ini terus melakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas
dan kompetensi," katanya.
230

