Page 249 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 249

Sedangkan para pelaku usaha di dunia usaha dan industri (DUDI) harus dapat mengelola dan
              memastikan para praktisi HR untuk concern terhadap potensi SDM milenial, sehingga kinerja dan
              ketahanan  (resilience)  perusahaan  di  masa  pandemi  dapat  terus  tumbuh  untuk  membantu
              pertumbuhan ekonomi nasional.

              “Melalui  kesempatan  ini,  saya  berharap  acara  Ngopi  Daring  Nasional  ini  menjadi  program
              berkelanjutan  dan  menjadi  inspirasi  bagi  generasi  milenial,  sehingga  dapat  memberikan
              kontribusi yang lebih luas terhadap perekonomian nasional,“ kata Anwar.

              Anwar menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, gelombang pekerja berusia 18 hingga 30 tahun
              telah memasuki angkatan kerja. Kelompok kerja ini disebut kaum milenial yang identik dengan
              perkembangan  teknologi.  Sejatinya  tidak  mudah  memastikan  agar  kaum  milenial  ini  dapat
              bekerja dengan baik di perusahaan.

              Sementara penelitian oleh Gallup (2016) memperlihatkan hanya 29 persen karyawan milenial
              yang  secara  emosional  dan  perilaku  terhubung  erat  (engaged)  dengan  pekerjaan  maupun
              perusahaan.

              “Hal ini tentu merupakan kerugian besar bagi perusahaan, karena mereka hanya muncul di jam
              kerja namun tidak memberikan yang terbaik untuk perkembangan perusahaan,“ kata Anwar,
              menambahkan.
              Generasi milenial di dunia kerja, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019,
              tercatat  menempati  posisi  pertama  dengan  33,25  persen  dalam  hal  komposisi  populasi  di
              Indonesia. Selanjutnya, peringkat kedua diraih oleh generasi Z (29,23 persen), dan posisi ketiga
              oleh generasi X (25,74 persen), dan keempat, baby boomers (11,27 persen).

              “Angka  statistik  ini  menunjukkan  bahwa  kemampuan  memaksimalkan  generasi  milenial  dan
              generasi  Z  menjadi  kunci  performa  bangsa  Indonesia  di  masa  depan,  dalam  menghadapi
              persaingan global sekaligus mendorong pertumbuhan produktivitas yang berdampak penguatan
              perekonomian Indonesia,“ ujar Anwar.

              Sementara Elviandi Rusdy, Plt. Direktur Polteknaker mengatakan bahwa hadirnya para milenial
              di  masa  pandemi  Covid-19  dan  revolusi  industri  4.0  diharapkan  mampu  meningkatkan
              kompetensi  dan  produktivitas  sehingga  angkatan  kerja  yang  ada  di  Indonesia  dapat  diserap
              dengan baik.

              "Produktivitas kerja milenial di Indonesia saat ini masih sebesar 74,4 persen, masih di bawah
              rata-rata negara ASEAN sekitar 78,4 persen. Ini tantangan bagi kita kaum milenial agar di masa
              pandemi  dan  revolusi  industri  ini  terus  melakukan  upaya  untuk  meningkatkan kapasitas  dan
              kompetensi," katanya. (*)





















                                                           248
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254