Page 285 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 285
Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2021 dengan salah satu syarat,
yakni maksimal upah pekerja tersebut Rp3,5 juta per bulan dan jika upah minimum setempat
lebih tinggi, maka mengacu pada upah minimum yang berlaku.
Sementara untuk masa kepesertaan aktif BPJAMSOSTEK ditentukan hingga bulan Juni 2021,
demikian rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Penyaluran dana BSU ini diberikan kepada pekerja terdampak di wilayah Pemberlakuan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4 di seluruh Indonesia.
Rekening bank yang bisa menerima BSU ini hanya di bank yang tergabung dalam Himpunan
Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BTN. Besaran
BSU tahun 2021 mencapai Rp500 ribu selama 2 bulan yang diberikan sekaligus atau total
mencapai Rp 1juta.
Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo menyatakan dipercayakannya lagi pihaknya
untuk menyediakan data pekerja penerima BSU menunjukkan pentingnya data Jaminan Sosial
Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang valid.
Data kepesertaan BPJAMSOSTEK tersebut merupakan bank data pekerja terbesar di Indonesia.
Untuk itu Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan dan selalu menjaga
validitas datanya. Para pekerja juga harus selalu memastikan telah mendapat perlindungan
BPJAMSOSTEK.
"Dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, pekerja terlindungi dari risiko kerja, dan juga
mendapatkan nilai tambah, seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU
dan cek di HRD masing-masing," kata Anggoro.
Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.
"Kantor Cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu Nomor Induk
Kependudukan (NIK), nama lengkap, tanggal lahir, alamat pemberi kerja, nama ibu kandung,
nomor telepon selular dan alamat email. Mohon kerjasama pihak perusahaan agar proses ini
dapat berjalan lancar," ujar Anggoro.
Penyerahan data BSU dilakukan secara bertahap kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
BPJAMSOSTEK, pada Jumat (30/7), menyerahkan 1 juta data peserta tahap pertama ke
Kemnaker. "Kami harapkan proses penyampaian data dapat selesai pada Agustus 2021," ucap
Anggoro
Kantor cabang BPJAMSOSTEK seluruh Indonesia sebagai garda terdepan pengumpulan tersebut
menyatakan siap melaksanakan tugas tersebut agar pekerja yang berhak menerima bantuan
tersebut.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mampang Ali Mugni T mengatakan sudah
berkoordinasi dengan perusahaan peserta di wilayah kerjanya untuk penyediaan data pekerja
yang dibutuhkan.
"Kami siap mengumpulkan data yang valid agar BSU tepat sasaran dan perusahaan diharapkan
membantunya dengan mendaftarkan seluruh pekerjanya dan tertib iuran," ucap Ali. *
284

