Page 295 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 295

Ringkasan

              Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja Indonesia
              yang  terdampak  Pandemi  Covid-19.  BPJS  Ketenagakerjaan  (BPJAMSOSTEK)  juga  kembali
              dipercaya sebagai penyedia data pekerja untuk penyaluran BSU tahun 2021 tersebut. Tahun ini
              BSU menyasar 8.7 juta pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Kriteria penerima BSU tahun
              2021  tertuang  dalam  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  16  tahun  2021.  Terdapat
              penyesuaian  pada  kriteria  penerima  BSU  tahun  2021  ini,  antara  lain  batas  maksimal  upah
              menjadi Rp3,5 juta atau jika Upah Minimum setempat lebih tinggi, maka akan mengacu pada
              Upah Minimum yang berlaku.



              PEMERINTAH KEMBALI SALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH PADA PEKERJA
              PATUH KEPESERTAAN JAMSOSTEK

              Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja Indonesia
              yang  terdampak  Pandemi  Covid-19.  BPJS  Ketenagakerjaan  (BPJAMSOSTEK)  juga  kembali
              dipercaya sebagai penyedia data pekerja untuk penyaluran BSU tahun 2021 tersebut. Tahun ini
              BSU menyasar 8.7 juta pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.

              Kriteria penerima BSU tahun 2021 tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16
              tahun 2021. Terdapat penyesuaian pada kriteria penerima BSU tahun 2021 ini, antara lain batas
              maksimal upah menjadi Rp3,5 juta atau jika Upah Minimum setempat lebih tinggi, maka akan
              mengacu pada Upah Minimum yang berlaku.

              Sementara untuk masa kepesertaan aktif BPJAMSOSTEK ditentukan hingga bulan Juni 2021.
              Penyaluran dana BSU ini diberikan kepada pekerja terdampak yang berada di wilayah PPKM
              kategori Level 3 dan 4 di seluruh Indonesia. Terakhir, untuk rekening bank yang bisa menerima
              BSU ini hanya diperkenankan menggunakan Bank Himbara (Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI,
              dan Bank BTN). Besaran BSU tahun 2021 mencapai Rp500 ribu selama 2 bulan yang diberikan
              sekaligus atau total mencapai Rp 1juta.

              Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BPJAMSOSTEK menyatakan, penggunaan kembali data yang
              dikelola institusinya untuk BSU, menunjukkan pentingnya data Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
              (Jamsostek)  valid.  Data  kepesertaan  BPJAMSOSTEK  tersebut  merupakan  bank  data  pekerja
              terbesar di Indonesia.

              Untuk itu Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan Jamsostek dan selalu
              menjaga  validitas  datanya.  Para  pekerja  juga  harus  selalu  memastikan  telah  mendapat
              perlindungan BPJAMSOSTEK.

              “Dengan  menjadi  peserta  BPJAMSOSTEK,  pekerja  terlindungi  dari  risiko  kerja,  dan  juga
              mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU
              dan cek di HRD masing-masing”, tegas Anggoro.

              Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
              akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.

              “Kantor Cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
              kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu Nomor Induk
              Kependudukan (NIK), Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Alamat Pemberi Kerja, Nama Ibu Kandung,
              Nomor Telepon Selular dan Alamat Email. Mohon kerjasama pihak perusahaan agar proses ini
              dapat berjalan lancar”, tambah Anggoro.



                                                           294
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300