Page 293 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 293

PEMERINTAH KEMBALI SALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH PADA PEKERJA
              PATUH KEPESERTAAN JAMSOSTEK
              Jakarta, 30 Juli 2021. Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para
              pekerja Indonesia yang terdampak Pandemi Covid-19. BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK)
              juga  kembali  dipercaya  sebagai  penyedia  data  pekerja  untuk  penyaluran  BSU  tahun  2021
              tersebut. Tahun ini BSU menyasar 8.7 juta pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.

              Kriteria penerima BSU tahun 2021 tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16
              tahun 2021. Terdapat penyesuaian pada kriteria penerima BSU tahun 2021 ini, antara lain batas
              maksimal upah menjadi Rp3,5 juta atau jika Upah Minimum setempat lebih tinggi, maka akan
              mengacu  pada  Upah  Minimum  yang  berlaku.  Sementara  untuk  masa  kepesertaan  aktif
              BPJAMSOSTEK ditentukan hingga bulan Juni 2021. Penyaluran dana BSU ini diberikan kepada
              pekerja terdampak yang berada di wilayah PPKM kategori Level 3 dan 4 di seluruh Indonesia.
              Terakhir, untuk rekening bank yang bisa menerima BSU ini hanya diperkenankan menggunakan
              Bank Himbara (Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BTN). Besaran BSU tahun 2021
              mencapai Rp500 ribu selama 2 bulan yang diberikan sekaligus atau total mencapai Rp 1juta.
              Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BPJAMSOSTEK menyatakan, penggunaan kembali data yang
              dikelola institusinya untuk BSU, menunjukkan pentingnya data Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
              (Jamsostek)  valid.  Data  kepesertaan  BPJAMSOSTEK  tersebut  merupakan  bank  data  pekerja
              terbesar di Indonesia.
              Untuk itu Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan Jamsostek dan selalu
              menjaga  validitas  datanya.  Para  pekerja  juga  harus  selalu  memastikan  telah  mendapat
              perlindungan BPJAMSOSTEK.

              "Dengan  menjadi  peserta  BPJAMSOSTEK,  pekerja  terlindungi  dari  risiko  kerja,  dan  juga
              mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU
              dan cek di HRD masing-masing", tegas Anggoro.

              Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
              akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.

              "Kantor Cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
              kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu Nomor Induk
              Kependudukan (NIK), Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Alamat Pemberi Kerja, Nama Ibu Kandung,
              Nomor Telepon Selular dan Alamat Email. Mohon kerjasama pihak perusahaan agar proses ini
              dapat berjalan lancar", tambah Anggoro.

              Anggoro  juga  mengungkapkan  penyerahan  data  BSU  dilakukan  secara  bertahap  kepada
              Kementerian  Ketenagakerjaan,  sebagai  pelaksana  teknis  BSU.  Hal  ini  untuk  memastikan
              penyaluran bantuan tepat sasaran sekaligus meminimalisir terjadinya kesalahan distribusi BSU.

              "Hari  ini,  Jumat  (30/7),  BPJAMSOSTEK  menyampaikan  sejumlah  1  juta  data  peserta  tahap
              pertama  yang  siap  untuk  disalurkan  dana  BSU  oleh  Kemnaker.  Kami  harapkan  proses
              penyampaian data dapat selesai pada Agustus 2021", tegas Anggoro


              Pemberian BSU ini sengaja digulirkan oleh Pemerintah kepada masyarakat pekerja agar roda
              perekonomian dapat terus berjalan dengan mempertahankan daya beli masyarakat.

              "Kami berharap para pekerja dapat segera mendapatkan dana BSU agar dapat bermanfaat untuk
              membantu  menopang  kebutuhan  hidup  sehari-hari  pekerja  dan  keluarga,  sekaligus
              menggerakkan perekonomian, sesuai dengan tujuan BSU ini,” tutup Anggoro. Deputi Direktur
              Bidang Humas dan Antar Lembaga

                                                           292
   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298