Page 338 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 338
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pihaknya telah menerima data
satu juta pekerja penerima BSU. Data tersebut diperoleh dari Badan Penyelenggara Jaminan
.Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
"Data satu juta calon penerima BSU selanjurnya akan dicek dan di-screeningoleh Kemnaker
untuk memastikan kesesuaian format data dan menghindari duplikasi data," kata Menaker dalam
keterangannya, Jumat, 30 Juli.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemadanan dengan data penerima bantuan
pemerintah lainnya, seperti Kartu Prakerja dan Program Keluarga Harapan (PKU).
Dijelaskannya, BSUtahun ini yang disalurkan berbeda dengan 2020. Tahun 2021, pemerintah
akan menyalurkan dana BSU sebesar RpSOO.OOO per bulan untuk masing-masing penerima
manfaat selama dua bulan. Dana ini akan diberikan sekaligus sebesar Rpl juta kepada pekerja
yang memenuhi persyaratan.
"Subsidi Rp 1 juta akan disalurkan sekaligus," katanya.
Dikatakannya, penyaluran BSU ini didasarkan pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor
16 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Permenaker Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman
Pemberian bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji atau Upah yang terbit 28 Juli 2021.
Ada enam syarat penerima BSU, yakniWarga Negara lndonesia (YVNI) yang dibuktikan dengan
NIK dan terdaftar sebagai peserta j aminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS
Ketenagakerjaan dan dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai bulan Juni 2021.
Kemudian, penerima BSU memiliki gaji maksimal Rp3,5 juta. Apabila pekerja bekerja di wilayah
dengan upah minimum di atas Rp3,5 juta, persyaratan gaji tersebut menjadi paling banyak
sebesar upah minimum yang dibulatkan ke atas.
Persyaratan selanjurnya, pekerja bekerja di wilayah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
(PPKM) level 3 dan 4 terutama pada sektor barang konsumsi, transportasi, aneka industri,
properti, realestate, perdagangan, dan jasa kecuali pendidikan dan kesehatan.
"Berdasarkan kriteria itu, Kemenaker bersama BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan exercise
dan hingga saat ini diestimasi sebanyak 8,7 juta orang pekerja atau buruh menjadi calon
penerima BSU," katanya.
BSU akan langsung disalurkan ke rekening bank penerima bantuan, melalui Himpunan Bank
Negara yakni BNI, BRI, Mandiri, dan BTN. Khusus untukpenerima BSU di Aceh, dana akan
disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI).
Para penerima BSU bisa langsung mengecek melalui mobile banking, ATM, maupun kantor bank
dimaksud dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
" Bagi penerima bantuan yang belum memiliki rekening di bank-bank tersebut Kemenakerakan
membukakan rekening secara kolektif di Bank Himbara dan BSI. Ini dimaksudkan agar
penyaluran dana bantuan dapat lebih mudah, efektif, dan efisien," katanya.
(gw-fin/lin)
337

