Page 364 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 364

”Bagi  penerima  bantuan  yang  belum  punya  rekening  di  bank-bank  itu,  Kemenaker  akan
              membukakan rekening secara kolektif,” kata Ida dalam telekonferensi pers.
              Para calon penerima dipilih sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 16
              Tahun 2021 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi
              Pekerja dalam Penanganan Dampak Covid-19.

              Syaratnya, pekerja berstatus peserta aktif BP Jamsostek sampai Juni 2021, memiliki gaji paling
              banyak Rp 3,5 juta, dan bekerja di wilayah yang menerapkan PPKM level 4 dan 3. Mereka juga
              harus berasal dari sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan
              real estate, serta perdagangan dan jasa (kecuali jasa pendidikan dan kesehatan).

              Pekerja  di  beberapa  daerah  tertentu  yang  gajinya  di  atas  Rp  3,5  juta  per  bulan  juga  bisa
              menerima bantuan. Namun, ini hanya berlaku untuk wilayah yang upah minimumnya di atas Rp
              3,5 juta. Misalnya, DKI Jakarta yang menerapkan UMP Rp 4,4 juta atau Kabupaten Karawang
              yang UMK-nya Rp 4,79 juta  per bulan.
              Direktur  Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance  Tauhid  Ahmad  mengatakan,
              bantuan subsidi upah sangat dibutuhkan pekerja di tengah tekanan lonjakan kasus Covid-19 saat
              ini. Namun, cakupan penerimanya perlu lebih merata agar lebih tepat sasaran.

              ”Kalau hanya berpatok pada data BP Jamsostek, yang menerima umumnya adalah pekerja yang
              pemasukannya stabil di perusahaan yang relatif mapan. Masih banyak pekerja yang tidak terdata
              sebagai peserta jamsostek dan mereka ini yang justru lebih terdampak,” katanya.

              Misalnya, pekerja kontrak yang tidak mendapat jamsostek. Peluang mereka untuk dirumahkan,
              dikurangi jam kerjanya, serta dipecat (PHK) di masa krisis ini lebih besar daripada pekerja tetap.
              Atau, pekerja yang berstatus tetap, tetapi tidak didaftarkan di BP Jamsostek karena pemberi
              kerjanya abai atau merasa tak sanggup membayar iuran rutin.

              Data BP Jamsostek, sampai akhir 2020, jumlah pekerja yang terdaftar jamsostek sebanyak 50,69
              juta orang, dengan peserta aktif hanya 29,98 juta orang. Sementara per Februari 2021, sekitar
              90  juta  orang  angkatan  kerja  memenuhi  kriteria  untuk  mendapat  jamsostek.  Artinya,
              kepesertaan aktif BP Jamsostek baru mencakup 33,3 persen dari total pekerja yang sebenarnya
              berhak mendapat jaminan sosial.
              Tauhid  menambahkan,  ada  pula  pekerja  informal  yang  sebenarnya  terdata  di  BP  Jamsostek
              sebagai peserta bukan penerima upah (BPU), tetapi tidak masuk hitungan penerima bantuan.
              Ada  juga  pekerja  informal  lain  yang  sama  sekali  tidak  terdaftar  di  BP  Jamsostek.  Mereka
              seharusnya menjadi sasaran penerima bantuan karena merasakan dampak langsung dari PPKM.

              Wakil Ketua  Umum  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  Bob Azzam membenarkan  masih
              banyak pengusaha yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BP Jamsostek. Ia menyarankan agar
              pengusaha diwajibkan mendaftarkan pekerjanya sebelum bantuan disalurkan, lengkap dengan
              data yang diperlukan.

              Dengan demikian, pekerja yang saat ini belum terdaftar jamsostek juga bisa mendapat subsidi.
              Kesempatan sama juga harus diberikan ke pekerja informal. ”Ini bisa jadi kesempatan untuk
              memperbaiki basis data pekerja kita, formal maupun informal, supaya kalau ada krisis lagi, tidak
              perlu sulit mengakses bantuan,” katanya.

              Tertib daftarkan

              Menurut Ida, BP Jamsostek dipilih sebagai sumber data calon penerima karena sampai saat ini
              belum ada data terkait ketenagakerjaan yang lebih akurat dan lengkap. ”Data ini akuntabel dan

                                                           363
   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369