Page 360 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 360

Nias,  Nias  Utara,  Pakpak  Bharat,  Samosir,  Serdang  Bedagai,  Simalungun,  Tapanuli  Selatan,
              Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir.
              Dalam Pasal 3 ayat (2d) Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 16 Tahun
              2021 mensyaratkan pekerja yang dapat Bantuan Subsidi Upah (BSU) adalah yang bekerja di
              wilayah PPKM level 3 dan 4.

              Namun dalam lampiran Permenaker Nomor 16 ini, wilayah yang mendapatkan BSU di Propinsi
              Sumatera Utara hanya Kota Medan dan Sibolga.

              Sementara 22 daerah lainnya yang ditetapkan dalam PPKM Level 3 tidak masuk sebagai wilayah
              penerima BSU. Padahal daerah-daerah PPKM level 3 tersebut ada yang menjadi daerah basis
              industri dengan banyak pekerja. Akibatnya, akan banyak pekerja di level 3 yang terdiskriminasi
              mendapatkan BSU.

              Karena  itulah,  Sekjen  Organisasi  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (Opsi),  Timboel  Siregar,  Sabtu
              (31/7/2021), mengatakan, Permenaker ini tidak konsisten, dengan isinya dan tidak mengacu
              pada amanat Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021.

              "Saya  menilai  Permenaker  Nomor  16  Tahun  2021  dalam  Lampirannya  tidak  sesuai  dengan
              kondisi  riil  penetapan  level  3  dan  4  di  masing-masing  daerah,  untuk  menetapkan  daerah
              penerima BSU," tegas Timboel.

              Tidak hanya Sumatera Utara, kata dia, tetapi terjadi di daerah lain seperti daerah yang masuk
              level 3 di Nusa Tenggara Barat tidak masuk dalam Lampiran sebagai daerah penerima BSU,
              demikian juga Kota Bitung yang masuk level 4 di Sulawesi Utara pun tidak masuk sebagai daerah
              penerima BSU.

              "Sebelum  BSU  dilaksanakan,  untuk  memastikan  konsistensi  regulasi  dan  tidak  menimbulkan
              diskriminasi  bagi  pekerja,  segeralah Menteri  Ketenagakerjaan  merevisi Lampiran Permenaker
              Nomor 16 tahun 2021," kata dia.

              Pada Jumat (30/7/2021), pemerintah kembali menyalurkan BSU kepada para pekerja Indonesia
              yang terdampak pandemi Covid-19, Jumat (30/7/2021).

              Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) juga kembali dipercaya
              sebagai penyedia data pekerja untuk penyaluran BSU tahun 2021 tersebut.

              Penyalurkan bantuan tersebut diumumkan dan disampaikan secara simbolis secara virtual oleh
              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dan Dirut BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, di Jakarta,
              Jumat (30/7/2021).

              Ida Fauziyah mengatakan, kriteria penerima BSU tahun 2021 tertuang dalam Peraturan Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor 16 tahun 2021.

              Terdapat penyesuaian pada kriteria penerima BSU tahun 2021 ini, antara lain batas maksimal
              upah menjadi Rp 3,5 juta atau jika upah minimum setempat lebih tinggi, maka akan mengacu
              pada upah minimum yang berlaku. Sementara untuk masa kepesertaan aktif BPJamsostek, kata
              dia, ditentukan hingga bulan Juni 2021.

              Penyaluran dana BSU ini diberikan kepada pekerja terdampak yang berada di wilayah PPKM
              kategori Level 3 dan 4 di seluruh Indonesia.





                                                           359
   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365