Page 379 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 379

TERBITKAN RIBUAN KIPOP

              DINAS Tenaga Kerja (Dinasker) Kota Depok telah menerbitkan 5.568 kartu identitas pekerja
              sektor prioritas (Kipop) selama Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

              Kepala Disnaker Kota Depok Manto mengatakan, Kipop diperuntukan bagi pekerja masuk dalam
              sektor prioritas dan tetap bekerja di masa PPKM Darurat. "Sejak tanggal 11 Juli 2021 berbagai
              perusahaan  telah  mengajukan  permohonan  pembuatan  Kipop,  mengingat  12  Juli  telah
              ditetapkan sebagai masa PPKM. Sampai saat ini sudah ada kurang lebih 5.568 Kipop tercetak
              dari 52 perusahaan yang mengajukan," katanya kepada Warta Kota, Kamis (29/7).

              Masa  berlaku  Kipop  hanya  sebatas  masa  PPKM  Darurat  berlangsung.  Di  mana  dari
              puluhan:perusahaan yang mengajukan Kipop, di antaranya adalah perusahaan yang bergerak di
              bidang manufaktur, perbankan, perhotelan dan ekspedisi.

              Aturan pembuatan Kipop dikatakan Manto tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Depok
              Nomor: 443/274/ Kpts/Dinkes/Huk/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan PPKM
              Darurat.

              "Kipop  ini  menjadi  dasar  untuk  pekerja  agar    bisa  melakukan  tugas  sebagaimana  mestinya.
              Mudah-mudahan bisa membantu saat ingin bekerja," ujarnya

              Sementara itu, perpanjangan PPKM membuat ribuan "pengemudi maupun pengusaha angkutan
              kota (angkot) di Kota Depok menjerit. Apalagi, mereka tidak menerima. dari bantuan sosial dari
              Pemkot Depokn.

              Para  pencari  nafkah  ini  pun  melayangkan  protes  melalui  spanduk  yang  dipasang  disejumlah
              lokasi di Kcta Belimbing itu. Di antaranya di Jalan Raya Margonda, Simpangan Depok, serta
              Kampung Sawah.
              Sekjen Organda Kotz Depok M Hasyim mengatakan, sejak PPKM Darurat yang dilanjutkan PPKM
              Level 4, pendapatan para sopir angkot hanya Rp15.000 setiap hari.

              "Mereka tadinya mau demo ke kantor Wali Kota Depok, saya larang karena ini sedang PPKM
              level 4, enggak boleh membuat: "kerumunan. Akhirnya para supir angkot berinisiatif membuat
              spanduk untuk menyampaikan aspirasi karena pendapatan mereka enggak menentu, enggak
              cukup untuk biaya hidup," kata Hasyim, Jumat (30/7).

              Kepala Dinas Sosial Kota . Depok Usman Haliyana mengatakan Pemkot Depok tidak memiliki
              program bantuan bagi para pengusaha angkot. Pihaknya hanya melayani bansos bagi warga
              yang terdaftar , @ Data Terpadu "4 Kesejahteraan Sosial 4, (DTKS) Kota Depok. "Kalau di antara
              _ mereka ada yang masuk DTKS 4, Depok ya A. dapat bansos . dari Depok," + kataUsman,
              Jumat. (vin)


















                                                           378
   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384