Page 449 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 449

mampu  mengedepankan  research  and  development  yang  terpogram  bagi  peningkatan  SDM
              generasi milenial,” ujar Sekjen Anwar Sanusi.


              KEMENAKER DORONG MILENIAL JADI SDM ADAPTIF DENGAN KEMAMPUAN
              TEKNOLOGI

              Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi mengatakan masa pandemi COVID-19 merupakan
              momentum sangat penting bagi semua pihak seperti institusi pendidikan, generasi milenial, dan
              para  pelaku  usaha  untuk  bersama-sama  bangkit  dan  terus  berkarya  guna  menopang
              pertumbuhan ekonomi Indonesia.

              “Bagi institusi pendidikan, khususnya Polteknaker, harus terus mampu mengedepankan research
              and development yang terpogram bagi peningkatan SDM generasi milenial,” ujar Sekjen Anwar
              Sanusi.

              Oleh  karena  itu,  Kemenaker  melalui  Politeknik  Ketenagakerjaan  menggelar  kegiatan  Ngopi
              Daring Nasional bertajuk “How To Boost Millenial HR During Pandemic” pada Jumat (30/7/2021).

              Hal itu untuk mendorong para milenial terus berkarya dan berkontribusi positif di era adaptasi
              baru,

              Anwar Sanusi mengatakan seiring kemajuan informasi, teknologi dan informasi yang menjadi
              ujung tombak perubahan berbagai bidang sosial ekonomi, maka langkah yang ditempuh generasi
              milenial harus mampu terus mengoptimalkan SDM dan adaptif dengan kemajuan teknologi.

              Sehingga, kaum milenial dapat menjadi penerus bangsa dalam menghadapi perubahan berbagai
              bidang pembangunan.

              Sedangkan para pelaku usaha di dunia usaha dan industri (DUDI) harus dapat mengelola dan
              memastikan  para  HR  untuk  concern  terhadap  potensi  SDM  milenial,  sehingga  kinerja  dan
              ketahanan  (resilience)  perusahaan  di  masa  pandemi  dapat  terus  tumbuh  untuk  membantu
              pertumbuhan ekonomi nasional.

              “Melalui  kesempatan  ini,  saya  berharap  acara  Ngopi  Daring  Nasional  ini  menjadi  program
              berkelanjutan  dan  menjadi  inspirasi  bagi  generasi  milenial,  sehingga  dapat  memberikan
              kontribusi yang lebih luas terhadap perekonomian nasional,“ kata Anwar Sanusi.

              Anwar Sanusi menjelaskan di masa pandemi COVID-19, gelombang pekerja berusia 18 hingga
              30 tahun telah memasuki angkatan kerja. Kelompok kerja ini disebut kaum milenial yang identik
              dengan  perkembangan  teknologi  dan  tak  mudah  memastikan  agar  kaum  milenial  ini  dapat
              bekerja dengan baik di perusahaan.

              Sementara penelitian oleh Gallup (2016) memperlihatkan hanya 29 persen karyawan milenial
              secara emosional dan perilaku terhubung erat (engaged) dengan pekerjaan dan perusahaan.
              “Hal ini tentu merupakan kerugian besar bagi perusahaan, karena mereka hanya muncul di jam
              kerja  namun  tidak  memberikan  yang  terbaik  untuk  perkembangan perusahaan,“  kata  Anwar
              Sanusi.

              Anwar Sanusi menambahkan generasi milenial di dunia kerja, menurut data dari Badan Pusat
              Statistik  (BPS)  2019,  tercatat  menempati  posisi  pertama  dengan  33,25  persen  dalam  hal
              komposisi  populasi  di  Indonesia.  Selanjutnya  peringkat  kedua  diraih  oleh  generasi  Z  (29,23
              persen), dan posisi ketiga oleh generasi X (25,74 persen), dan keempat, baby boomers (11,27
              persen).

                                                           448
   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454