Page 453 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 453

Menurutnya, bantuan kali ini diutamakan untuk pekerja yang bekerja pada sektor industri barang
              komsumsi, transportasi, aneka industri, properti, dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali
              jasa  pendidikan  dan  kesehatan.  Bantuan  juga  diprioritaskan  bagi  pekerja/buruh  yang  belum
              menerima program kartu prakerja, program keluarga harapan, atau progam bantuan produktif
              usaha mikro.

              Adapun terkait dengan mekanisme penyalurannya, BSU disalurkan langsung ke rekening bank
              penerima bantuan. Para penerima BSU yang memiliki mobile banking langsung dapat cek di
              gadget-nya, atau bisa langsung cek ke ATM dan ke kantor cabang Bank Penyalur dengan tetap
              menjaga protokol kesehatan.

              Bank Penyalur BSU adalah Bank Milik Negara yang terhimpun dalam HIMBARA yaitu Bank BNI,
              Bank  BRI,  Bank  Mandiri,  dan  Bank  BTN.  Khusus  untuk  penyaluran  dana  bantuan  kepada
              pekerja/buruh penerima bantuan di Provinsi Aceh, menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI).

              "Bagi  penerima  bantuan  yang  belum  memiliki  rekening  di  bank  tersebut,  Kemnaker  akan
              membukakan rekening secara kolektif di Bank HIMBARA dan BSI agar penyaluran dana bantuan
              dapat lebih mudah, efektif dan efisien," ucapnya.

              Ia  menyatakan  bahwa  BSU  pada  tahun  2021  sedikit  berbeda  dengan  BSU  tahun  2020  lalu.
              Besaran Bantuan subsidi gaji/upah tahun ini adalah sebesar Rp500 ribu /bulan selama dua bulan
              yang  akan  diberikan  sekaligus  sebesar  Rp  1  juta  kepada  pekerja/buruh  yang  memenuhi
              persyaratan.

              Ia juga menyatakan bahwa data calon penerima bantuan bersumber dari data kepesertaan BPJS
              Ketenagakerjaan yang telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai
              kriteria dan persyaratan yang ditentukan oleh Permen Nomor 16 Tahun 2021. Kemudian data
              tersebut  dikirimkan  kepada  Kementerian  Ketenagakerjaan  untuk  lebih  lanjut  dilakukan
              penetapan penerima bantuan yang akan dilakukan pencairan.

              "Pemerintah  menggunakan  BPJS  Ketenagakerjaan  sebagai  sumber  data  karena  dinilai  paling
              akurat dan lengkap, sehingga akuntabel dan valid dipergunakan oleh Pemerintah sebagai dasar
              pemberian bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran," jelasnya.

              Menurutnya,  data  penerima  bantuan  diambil  dari  data  BPJS  Ketenagakerjaan  dengan  batas
              waktu  pengambilan  data  sampai  dengan  30  Juni  2021,  sehingga  hanya  peserta  yang  telah
              terdaftar pada batas waktu tersebut dan memenuhi persyaratan.




























                                                           452
   448   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458