Page 540 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 540

SOAL BSU, KEMENAKER-BPJAMSOSTEK PADANKAN DATA PEKERJA

              JAKARTA  -  Pemerintah  memastikan  penyaluran  bantuan  subsidi  upah  (BSU)  akan  segera
              dipercepat  pencairannya  dalam  waktu dekat.  Namun  sebelum  pencairan  dilakukan  akan  ada
              penyesuaian dan pemadanan data pekerja dari BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) dengan
              data baru penerima BSU kali ini.

              Kemnaker  telah  menerima  data  calon  penerima  BSU  2021  bagi  pekerja/buruh  dari  BPJS
              Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat (30/7). Prosesi serah terima data ini sebagai tanda dimulainya
              program BSU tahun 2021.

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan bahwa pada hari ini pihaknya menerima
              data  dari  BPJS  Ketenagakerjaan  sebanyak  1  juta  calon  penerima  bantuan  dari  8,73  juta
              pekerja/buruh yang diproyeksikan akan menerima BSU. Untuk jumlah calon penerima tersebut,
              Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 8,8 Triliun.

              "Nantinya data 1 juta calon penerima BSU tersebut akan dicek dan di-screening oleh Kementerian
              Ketenagakerjaan untuk memastikan kesesuaian format data, dan menghindari duplikasi data,"
              ujar Menaker dalam konferensi pers, Penyerahan Data BSU 2021, Jumat (30/7).

              Menaker  meminta  kepada  seluruh  perusahaan  yang  belum  menyerahkan  data  rekening
              pekerjanya agar segera menyerahkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Begitu pula para pekerja/buruh
              yang memenuhi syarat, tapi belum menyerahkan data nomor rekening bank-nya ke perusahaan
              agar segera menyerahkan ke perusahaan guna memperlancar proses pemberian bantuan.

              "Saya  mengimbau  kepada  seluruh  perusahaan  dan  pekerja/buruh  di  seluruh  Indonesia  yang
              belum mendaftar di program BPJS Ketenagakerjaan, segera daftarkan diri kita dan pekerja/buruh
              kita pada program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian
              kita semua dapat terlindungi, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini," ucapnya.

              Ia berharap, bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi para pekerja/buruh dan
              juga perusahaan yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini. "Gunakanlah
              sebaik-baiknya dana bantuan yang telah diberikan. Patuhi protokol kesehatan, dan terus optimis
              kita pasti bisa melewati masa sulit ini apabila bersama-sama," ucapnya.

              Adapun, pekerja/buruh yang akan mendapat bantuan harus memenuhi seluruh persyaratan yaitu
              WNI yang dibuktikan dengan NIK dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang
              masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan, yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai
              dengan Juni 202.

              Pekerja  yang  berhak  mendapatkan  bantuan  harus  bergaji  paling  banyak  Rp3,5  juta, dengan
              ketentuan  pekerja/buruh  yang  bekerja  di  wilayah  dengan  upah  minimum  provinsi  atau
              kabupaten/kota lebih besar dari Rp3,5 juta, maka persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling
              banyak sebesar upah minimum provinsi atau kabupaten/kota dibulatkan ke atas hingga ratus
              ribuan  penuh.  Sebagai  contoh  upah  minimum  Kabupaten  Karawang  sebesar  Rp4.798.312,00
              dibulatkan menjadi Rp4.800.000.

              "Persyaratan lainnya, yaitu pekerja yang bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4 yang
              ditetapkan pemerintah," ucapnya.
              Menurutnya, bantuan kali ini diutamakan untuk pekerja yang bekerja pada sektor industri barang
              komsumsi, transportasi, aneka industri, properti, dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali
              jasa  pendidikan  dan  kesehatan.  Bantuan  juga  diprioritaskan  bagi  pekerja/buruh  yang  belum
              menerima program kartu prakerja, program keluarga harapan, atau progam bantuan produktif
              usaha mikro.

                                                           539
   535   536   537   538   539   540   541   542   543   544   545