Page 560 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 560

KEMNAKER TERIMA 1 JUTA DATA CALON PENERIMA BSU

              Jakarta, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerima data rekening 1 juta peserta
              BPJS  Ketenagakerjaan  yang  menjadi  calon  penerima  bantuan  subsidi  upah  (  BSU  )  dalam
              penanganan dampak Covid-19. Kemnaker memperkirakan akan ada 8,7 juta penerima BSU. Data
              ini bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16
              Tahun 2021.

              "Data 1 juta calon penerima BSU selanjutnya akan diperiksa oleh Kemnaker untuk memastikan
              kesesuaian  format  data  dan  menghindari  duplikasi  data,"  ucap  Menteri Ketenagakerjaan  Ida
              Fauziyah dalam konferensi pers tentang Serah Terima Data Tahap I Calon Penerima Bantuan
              Subsidi Upah pada Jumat (30/7/2021).

              Ida mengatakan ada sejumlah variabel yang akan diperiksa sebagai syarat kelengkapan data
              penerima BSU. Pertama yaitu syarat kewarganegaraan yaitu warga negara Indonesia yang akan
              diperiksa melalui nomor induk kependudukan.
              Kedua  yaitu  Kemnaker  akan  melakukan  penyesuaian  data  penerima  BSU  dengan  penerima
              bantuan  pemerintah  lainnya  yaitu  kartu  prakerja,  program  keluarga  harapan,  dan  program
              bantuan produktif usaha mikro. BPJS Ketenagakerjaan dipilih sebagai sumber data mengingat
              sampai saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap.
              "Sehingga akuntabel dan valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian secara
              cepat dan tepat sasaran. Di samping juga memberikan apresiasi kepada pekerja perusahaan
              yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Ida.

              Pihak  Kemnaker  mendorong  seluruh  perusahaan  yang  belum  memberikan  data  rekening
              pekerjanya agar segera menyerahkan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga dapat membantu
              kelancaran proses penyaluran BSU. Besaran BSU sebesar Rp 500.000 dan diberikan selama dua
              bulan dengan satu termin penyaluran.
              "Begitu pula kepada para pekerja atau buruh yang memenuhi syarat tetapi belum menyerahkan
              data nomor rekening bank ke perusahaan diharapkan segera menyerahkan kepada perusahaan
              dan ini akan memperlancar pemberian BSU," ucapnya.

              Dengan adanya program BSU ini pemerintah berharap dapat membantu meringankan beban
              ekonomi  para  pekerja  atau  buruh  dan  juga  perusahaan  yang  sedang  sulit  di  masa pandemi
              Covid-19.

              "Saya berharap bisa digunakan sebaik-baiknya dan saya mengingatkan untuk terus mematuhi
              protokol kesehatan dan saya juga terus mengajak untuk terus optimistis kita pasti bisa melewati
              masa sulit ini," ucap Ida.

              Dalam kesempatan yang sama Dirut BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menyatakan
              kesiapannya sebagai mitra pemerintah dalam memberikan data yang sesuai dengan ketentuan
              regulasi pemberian BSU. Pihaknya akan berupaya penuh agar data pekerja yang diberikan bisa
              sesuai dengan ketentuan pemerintah.

              "Kami imbau kepada para pemberi kerja dan pekerja untuk memastikan data-data ter- update
              dengan baik agar nantinya saat dilakukan penarikan data sesuai dengan yang diharapkan," ucap
              Anggoro.

              Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: BeritaSatu.com.




                                                           559
   555   556   557   558   559   560   561   562   563   564   565