Page 556 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 556
PEMERINTAH KEMBALI SALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH PEKERJA
JAKARTA -- Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja yang
terdampak pandemi Covid-19 berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Kriteria
penerima BSU tahun 2021 tertuang dalam Permenaker No.16/2021 dengan penyesuaian pada
kriteria penerima, antara lain batas maksimal upah menjadi Rp3,5 juta atau jika upah minimum
setempat lebih tinggi, maka akan mengacu pada upah minimum yang berlaku.
Sementara untuk masa kepesertaan aktif BPJamsostek ditentukan hingga Juni 2021, demikian
penjelasan sejumlah ketentuan disiarkan via virtual yang dipantau di Jakarta, Jumat (30/7).
Penyaluran dana BSU ini diberikan kepada pekerja terdampak di wilayah PPKM kategori Level 3
dan 4 di seluruh Indonesia. Rekening bank yang bisa menerima BSU hanya diperkenankan
menggunakan Bank Himbara (BNI, Bank Mandiri, BRI, dan BTN).
Besaran BSU tahun 2021 mencapai Rp500 ribu selama 2 bulan yang diberikan sekaligus atau
total Rp1 juta. Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan penggunaan
kembali data yang dikelola institusinya untuk BSU, menunjukkan pentingnya data yang valid.
Data kepesertaan BPJamsostek tersebut merupakan bank data pekerja yang terbesar di
Indonesia.Untuk itu Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan dan selalu
menjaga validitas datanya. Para pekerja juga harus selalu memastikan telah mendapat
perlindungan BPJamsostek.
"Dengan menjadi peserta BPJamsostek, pekerja terlindungi dari risiko kerja, juga mendapatkan
nilai tambah seperti BSU. Pastikan tertib data melalui aplikasi BPJSTKU dan cek di HRD masing-
masing," ujar Anggoro.
Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data
tertentu."Kantor Cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk
mengumpulkan secara kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank
Himbara, yaitu nama lengkap pekerja, NIK, tempat dan tanggal lahir, nama ibu kandung, alamat
sesuai KTP, alamat email yang aktif, dan nomor telepon selular. Mohon kerja sama pihak
perusahaan agar proses ini dapat berjalan lancar," ujar Anggoro.
Penyerahan data dilakukan secara bertahap kepada Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai
pelaksana teknis BSU. "Hari ini, Jumat, BPJamsostek menyampaikan 1 juta data peserta tahap
pertama yang siap menerima BSU oleh Kemnaker. Kami harapkan total proses penyampaian
data dapat selesai pada Agustus 2021," ucap Anggoro.
Pemberian BSU ini digulirkan oleh Pemerintah kepada pekerja agar roda perekonomian dapat
terus berjalan dengan mempertahankan daya beli masyarakat."Kami berharap para pekerja
segera menerima BSU untuk membantu menopang kebutuhan hidup sehari-hari bersama
keluarga," kata Anggoro.
555

