Page 553 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 553

Permenaker itu adalah perubahan atas Permenaker Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman
              Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji atau Upah Bagi Pekerja atau Buruh dalam
              Penanganan Dampak Covid-19.

              "BSU tahun 2021 ini sedikit berbeda dengan BSU tahun 2020 yang lalu. Besaran bantuan subsidi
              gaji atau upah tahun ini sebesar Rp 500.000 per bulan selama dua bulan, yang akan diberikan
              sekaligus Rp 1.000.000 kepada pekerja atau buruh yang memenuhi persyaratan," jelas Menaker
              Ida.

              Mekanisme penyaluran BSU, lanjut Menaker Ida, akan disalurkan secara langsung ke rekening
              bank penerima bantuan.

              "Bank  penyalur  BSU  adalah  bank  milik  negara  yang  terhimpun  dalam  himpunan  bank  milik
              negara (himbara), yaitu BNI, BRI, Mandiri, dan BTN," kata Menaker Ida.

              Sementara  itu,  khusus  untuk  penyaluran  BSU  kepada  pekerja  atau  buruh  di  Provinsi  Aceh,
              Kemenaker akan menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI).

              "Para  penerima  BSU  yang  memiliki  mobile  banking  langsung  dapat  mengecek  di  gadgetnya
              masing-masing,  atau  bisa  langsung  mengecek  ke  ATM  dan  ke  kantor  bank  penyalur,  tentu
              dengan tetap menjaga protokol kesehatan," paparnya.

              Menaker Ida dalam Konferensi Pers Bantuan Subsidi Gaji atau Upah (BSU) memaparkan sejumlah
              persyaratan bagi pekerja atau buruh yang bisa mendapatkan bantuan.
              Syarat calon penerima BSU adalah sebagai berikut.

              1. Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan NIK.

              2.  Terdaftar  sebagai  peserta  jaminan  sosial  tenaga  kerja  yang  masih  aktif  di  BPJS
              Ketenagakerjaan  sampai  Juni  2021,  dibuktikan  dengan  nomor  kartu  kepesertaan  BPJS
              Ketenagakerjaan.
              3. Mendapat gaji atau upah maksimal Rp 3.500.000 per bulan Bagi pekerja atau buruh yang
              bekerja di wilayah dengan upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten atau
              kota (UMK) lebih besar dari Rp 3.500.000, persyaratan gaji atau upah minimum berubah menjadi
              maksimal sebesar UMP atau UMK yang dibulatkan ke atas hingga ratusan ribu rupiah penuh.
              "Sebagai  contoh,  UMK  Karawang  sebesar  Rp  4.798.312  (maka,  persyaratan  gaji  atau  upah
              minimum calon penerima BSU) dibulatkan menjadi 4.800.000," jelas Menaker Ida.

              4. Bekerja di wilayah PPKM darurat level tiga dan level empat, seperti yang telah ditetapkan
              pemerintah.

              5. Diutamakan yang bekerja pada sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri,
              properti dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali pendidikan dan kesehatan.

              "Ini sesuai klasifikasi data sektoral yang ada di BPJS Ketenagakerjaan," kata Menaker Ida.

              Menaker Ida menyebutkan, BPJS Ketenagakerjaan dipilih sebagai sumber data calon penerima
              BSU lantaran data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap.

              "Di samping itu juga memberikan apresiasi kepada pekerja perusahaan yang menjadi peserta
              BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.





                                                           552
   548   549   550   551   552   553   554   555   556   557   558