Page 552 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 552
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Di samping itu juga memberikan apresiasi
kepada pekerja perusahaan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Saya berharap bisa digunakan sebaik-baiknya
dan saya mengingatkan untuk terus mematuhi prokes. Dan saya juga terus mengajak untuk
terus optimis, kita pasti bisa melewati masa sulit ini apabila kita bersama-sama
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta perusahaan yang belum
menyerahkan data rekening pekerja atau buruh yang memenuhi syarat menerima Bantuan
Subsidi Gaji atau Upah (BSU), agar segera menyerahkan data kepada BPJS Ketenagakerjaan.
MENAKER MINTA PERUSAHAAN SERAHKAN DATA PEKERJA YANG DAPAT BSU KE
BPJS KETENAGAKERJAAN
JAKARTA, - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta perusahaan yang belum
menyerahkan data rekening pekerja atau buruh yang memenuhi syarat menerima Bantuan
Subsidi Gaji atau Upah (BSU), agar segera menyerahkan data kepada BPJS Ketenagakerjaan.
"Begitu pula kepada para pekerja atau buruh yang memenuhi syarat, tapi belum menyerahkan
data nomor rekening banknya kepada perusahaan, kami mohon untuk segera menyerahkan ke
perusahaan," kata Menaker Ida dalam Konferensi Pers Bantuan Subsidi Gaji atau Upah (BSU),
Jumat (30/7/2021).
Konferensi Pers BSU tersebut diadakan secara daring melalui konferensi video Zoom dan live
steraming di kanal YouTube Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia
(RI).
Dalam Konferensi Pers BSU, Menaker Ida menerima data satu juta calon penerima dari Direktur
Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan Anggoro Eko
Cahyo. Hal ini menjadi tanda bahwa tahap awal penyerahan BSU telah dimulai.
Menaker Ida menyampaikan, hingga saat ini Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan
mengestimasi terdapat total 8,7 juta orang pekerja atau buruh yang menjadi calon penerima
BSU.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email "Tentu data ini sangat dinamis, menyesuaikan dengan ketentuan peraturan
menteri ketenagakerjaan," tuturnya.
Data calon penerima BSU yang telah diterima Kemenaker, selanjutnya akan dicek dan diskrining
untuk memastikan kesesuaian format data dan menghindari duplikasi data.
"Variabel yang akan diperiksa adalah kelengkapan data, antara lain nomor rekeningnya, dilihat
nomor induk kependudukan (NIK)-nya, kemudian sektornya, (lalu) yang kedua melakukan
pemadanan dengan data penerima bantuan pemerintah lainnya," ujar Menaker Ida.
Adapun, Menaker Ida juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker)
Nomor 16 Tahun 2021 pada Rabu (28/7/2021).
551

