Page 587 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 587
MENAKER IDA FAUZIYAH UNGKAP PERBEDAAN PENERIMA BSU PEMERINTAH
TAHUN 2021
Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker) Ida Fauziyah mengatakan ada sedikit perbedaan penerima bantuan subsidi gaji/upah
(BSU) dari pemerintah di tahun 2021 ini.
Informasi ini disampaikan Menaker saat menerima 1 juta data tahap pertama calon penerima
BSU dari BPJS Ketenagakerjaan pada Jumat (30/7/2021) di kantor Kemenaker.
Pertama terkait besaran BSU.
Ida mengatakan pada tahun 2021 besaran BSU yang akan diberikan sebesar Rp 500 ribu per
bulan selama 2 bulan yang akan diberikan sekaligus sebesar Rp 1 juta kepada pekerja/buruh
yang memenuhi persyaratan.
Adapun kriteria pertamanya adalah warga negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan NIK.
Kedua, calon penerima BSU terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang masih aktif
dan dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2021.
Ketiga, memiliki gaji/upah paling banyak sebesar Rp 3,5 juta.
"Dengan ketentuan pekerja/buruh yang bekerja di wilayah dengan upah minimum provinsi atau
kabupaten/kota lebih besar dari 3,5 juta, maka persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling
banyak sebesar upah minimum provinsi (UMP) atau kabupaten/ kota dibulatkan ke atas hingga
ratusan ribu rupiah penuh," kata Menaker, Jumat (30/7/2021).
Sebagai contoh, misalnya UMP Kabupaten Karawang sebesar Rp 4,798,312. Besaran gaji akan
dibulatkan menjadi Rp 4.800.000 dalam di dalam data. Persyaratan keempat, calon penerima
BSU adalah pekerja/buruh yang bekerja di wilayah PPKM level 4 dan 3 yang ditetapkan oleh
pemerintah.
Kelima, penerima BSU akan diutamakan diberikan kepada pekerja yang bekerja di sektor industri
barang konsumsi, transportasi, aneka industry property dan real estate, perdagangan dan jasa,
dan dikecualikan pada pekerja di sektor pendidikan dan Kesehatan.
"Ini sesuai klasifikasi data sectoral yang ada di BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Keenam, berdasarkan kriteria tersebut, Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan
exercise dan hingga saat ini diestimasi ada sebanyak 8,7 orang pekerja/buruh yang menjadi
calon penerima BSU.
Ida mengatakan data ini akan sangat dinamis, melihat ketentuan peraturan Menaker. Data 1
juta calon penerima BSU yang diterima hari ini selanjutnya akan di cek oleh Kemnaker untuk
memastikan kesesuaian format data dan menghindari duplikasi data.
"Variabel yang akan diperiksa adalah nomor rekening, NIK, sektornya. Yang kedua melakukan
pemadanan data penerima bantuan pemerintah lainnya," kata Ida.
Ida menegaskan BPJS Ketenagakerjaan dipilih sebagai sumber data karena dinilai datanya paling
akurat dan lengkap. Sehingga, menurutnya data akuntabel dan valid digunakan pemerintah
sebagai dasar pemberian BSU secara cepat dan tepat sasaran.
"Disamping memberikan apresiasi kepada pekerja perusahaan yang menjadi peserta BPJS
Ketenagakerjaan," kata Ida.
586

