Page 636 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 636
"Data kepesertaan BPJAMSOSTEK tersebut merupakan bank data pekerja terbesar di Indonesia",
tandasnya. Untuk itu, Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan
Jamsostek dan selalu menjaga validitas datanya. Para pekerja juga harus selalu memastikan
telah mendapat perlindungan BPJAMSOSTEK.
"Dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, pekerja terlindungi dari risiko kerja, dan juga
mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU
dan cek di HRD masing-masing", tegasnya.
Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.
"Kantor Cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu Nama Lengkap
pekerja, NIK, Tempat dan Tanggal Lahir, Nama Ibu Kandung, alamat sesuai KTP, alamat Email
yang aktif, dan Nomor Telepon Selular. Mohon kerjasama pihak perusahaan agar proses ini dapat
berjalan lancar", jelasnya.
Anggoro juga mengungkapkan, penyerahan data BSU dilakukan secara bertahap kepada
Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai pelaksana teknis BSU. Hal ini untuk memastikan
penyaluran bantuan tepat sasaran sekaligus meminimalisir terjadinya kesalahan distribusi BSU.
"Hari ini, Jumat (30/7), BPJAMSOSTEK menyampaikan sejumlah 1 juta data peserta tahap
pertama yang siap untuk disalurkan dana BSU oleh Kemnaker. Kami harapkan proses
penyampaian data dapat selesai pada Agustus 2021", harapnya.
Pemberian BSU ini sengaja digulirkan oleh Pemerintah kepada masyarakat pekerja agar roda
perekonomian dapat terus berjalan dengan mempertahankan daya beli masyarakat.
"Kami berharap para pekerja dapat segera mendapatkan dana BSU agar dapat bermanfaat untuk
membantu menopang kebutuhan hidup sehari-hari pekerja dan keluarga, sekaligus
menggerakkan perekonomian, sesuai dengan tujuan BSU ini,” tutup Anggoro.**
635

