Page 728 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 728

Ia diduga menjadi korban TPPO karena diberangkatkan secara ilegal atau unprosedural oleh
              pihak perekrut ke negara timur tengah tersebut.
              Terlebih, ia diberangkatkan ke Turki pada 10 Juli 2021 di saat pemerintah Indonesia tengah
              menerapkan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

              "Kalau kemarin pihak keluarga meminta kepada perekrut untuk membayar kompensasi sesuai
              dengan asuransi BPJS Ketenagakerjaan, tapi jika tidak sesuai kemungkinan besar akan dilanjut
              ke  jalur  hukum,"  ujar  Ketua  SBMI  Indramayu,  Juwarih  kepada  Tribuncirebon.com,  Jumat
              (30/7/2021).

              Juwarih menyampaikan, SBMI akan mengawal kasus tersebut sebagai bentuk efek jera bagi para
              pelakunya.

              Menurut  dia,  perekrut  yang  memberangkatkan  Masripah  ke  Turki  diketahui  juga  merupakan
              pemain lama.

              Selain  mengirimkan  Calon  PMI  ke  negara  timur  tengah,  ia  juga  diduga  beberapa  kali
              mengirimkan Calon PMI secara ilegal walau ke negara resmi penempatan PMI.

              "Kami juga sudah meminta akta kematian, berita acara pemakaman PMI dan lain-lain kepada
              pihak KBRI untuk nantinya dijadikan barang bukti jika dilanjutkan ke jalur hukum," ujar dia.

              Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor: 18 Tahun 2018, disampaikan Juwarih,
              ahli waris seharusnya bisa mengklaim asuransi secara keseluruhan sebanyak Rp 104 juta.

              "Kalau kematiannya saja Rp 85 juta, cuma ada tambahan-tambahan lain, kalau ditotalkan itu Rp
              104 juta," ujarnya. (*)









































                                                           727
   723   724   725   726   727   728   729   730   731   732   733