Page 725 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 725

Manfaat  pelatihan  kerja  ini  bisa  diakses  melalui  sistem  informasi  ketenagakerjaan  yang
              dilaksanakan selama 30 hari sejak tanggal pengajuan manfaat JKP bulan pertama sampai 30 hari
              sebelum manfaat berakhir.

              "Manfaat  pelatihan  kerja  diberikan  satu  kali  selama  masa  pemberian  manfaat  JKP.  Manfaat
              pelatihan kerja diselenggarakan secara daring dan/atau luring," terang Pasal 17 pada Peraturan
              Menteri Ketenagakerjaan Nomor 15 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pemberian Manfaat Jaminan
              Kehilangan Pekerjaan, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (29/7).

              Nantinya,  peserta  JKP  bisa  memilih  jenis  pelatihan  kerja  yang  akan  diikuti  melalui  sistem
              informasi  ketenagakerjaan.  Setelah  itu,  peserta  tinggal  melakukan  pendaftaran  di  lembaga
              pelatihan kerja melalui sistem tersebut.

              Tak  cuma  mengatur  soal  tata  cara  mendapat  manfaat  pelatihan  kerja,  pemerintah  juga
              memberikan kesempatan untuk lembaga pelatihan kerja untuk bergabung dalam program JKP.
              Lembaga pelatihan kerja yang bisa bergabung boleh yang merupakan milik pemerintah, swasta,
              atau perusahaan.

              Syaratnya, pertama, memiliki program pelatihan kerja berbasis kompetensi kerja sesuai dengan
              kebutuhan  pasar  kerja  dengan  mempertimbangkan  standar  kompetensi  kerja  nasional,
              internasional, atau khusus.
              Kedua, terdaftar dan terverifikasi di sistem informasi ketenagakerjaan. Ketiga, terakreditasi dari
              lembaga  akreditasi  lembaga  pelatihan  kerja  yang  dibuktikan  dengan  sertifikat  akreditasi.
              Keempat, mendapat persetujuan Menteri Ketenagakerjaan.

              Kelima, lembaga pelatihan kerja yang memberikan pelatihan secara daring harus memiliki sistem
              evaluasi pembelajaran dan mekanisme pemantauan kemajuan pelaksanaan pelatihan kerja dan
              menyelenggarakan pelatihan kerja yang bersifat interaktif.

              Sementara  dari  sisi  tata  cara  kerja  sama,  lembaga  pelatihan  kerja  harus  menyampaikan
              permohonan kepada Menteri Ketenagakerjaan untuk bisa menjadi mitra penyelenggara program
              JKP. Lalu, menteri akan menyeleksi dan verifikasi sesuai ketentuan perundang-undangan.

              "Lembaga  pelatihan  kerja  yang  telah  dinyatakan  lulus  seleksi  dan  verifikasi  mendapatkan
              persetujuan dari Menteri sebagai mitra penyelenggara program JKP," tulis Pasal 21.

              Setelah itu, lembaga pelatihan kerja yang sudah disetujui harus menyelenggarakan pelatihan
              kerja  kepada  peserta,  memberikan  sertifikat  pelatihan  kepada  peserta  yang  sudah
              menyelesaikan  pelatihan,  dan  melaporkan  hasil  pelatihan  kepada  Menteri  Ketenagakerjaan
              melalui sistem informasi ketenagakerjaan secara berkala.

              "Penerima  manfaat  yang  telah  menyelesaikan  pelatihan  kerja  dapat  mengikuti  sertifikasi
              kompetensi kerja," ungkap Pasal 26.

















                                                           724
   720   721   722   723   724   725   726   727   728   729   730