Page 75 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 75

DISNAKERTRANS CIANJUR TERIMA 17 LAPORAN KASUS PEKERJA MIGRAN
              BERMASALAH
              Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Cianjur,  Jawa  Barat  mencatat  sejak  awal  tahun  2021
              mendapat 17 laporan  kasus yang menimpa Pekerja Migran Indonesia asal daerah setempat,
              sebagian  besar  mendapat  kekerasan  fisik  saat  bekerja  di  negara  penempatan  seperti  Timur
              Tengah dan Asia Pasifik.

              Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans
              Cianjur,  Ricky  Ardhi  Hikmat,  saat  dihubungi,  Minggu  mengatakan  pihaknya  telah  berhasil
              memulangkan  satu  orang  diantaranya,  meski  keberangkatannya  secara  non  prosedural  atau
              ilegal, sedangkan sisanya masih dalam proses.

              "Sebagian besar mendapat kekerasan fisik dari majikan tempat mereka bekerja, rata-rata mereka
              yang bekerja di Timur Tengah, namun ada juga yang tidak dibayarkan haknya, serta mendapat
              pelecehan dari majikan, " katanya.
              Terlepas mereka sebagai pekerja migran ilegal, namun pihaknya tetap akan membantu terlebih
              mereka  telah  melaporkan  diri  ke dinas  terkait,  sehingga  berbagai  upaya  dilakukan termasuk
              berkordinasi  dengan  pusat  dan  KBRI  setempat,  dimana  pekerja  migran  bekerja,  agar  dapat
              dipulangkan dalam waktu dekat.
              Untuk 16 orang pekerja migran bermasalah lainnya, ungkap dia, pihaknya telah berkordinasi
              dengan dirjen, kementerian dan KBRI di beberapa negara, agar dapat memulangkan pekerja
              migran yang mendapat kesulitan di negara orang itu, segera. "Kami rutin berkordinasi dengan
              pihak  terkait,  agar  mereka  segera  dipulangkan  dan  berkumpul  kembali  dengan  keluarga,  "
              katanya.

              Pihaknya mengimbau bagi warga yang akan bekerja ke luar negeri, harus menempuh jalur resmi
              atau  prosedural  melalui  dinas  terkait  karena  berdasarkan  Undang-Undang  Nomor  18  Tahun
              2017, perusahaan yang akan memberangkatkan pekerja ke luar negeri harus merekrut calon
              yang sudah terdaftar di dinas. Sehingga warga yang hendak berangkat terjamin keselamatan
              lahir bathin saat ditempatkan di negara tujuan.

              “Jangan  terbujuk  rayu  oknum  sponsor dengan  dalih  gaji  besar,  sehingga  memilih  berangkat
              secara ilegal. Silahkan datang ke dinas untuk mendapatkan informasi, hingga prosedur aman
              dan legal sebelum berangkat sebagai pekerja migran. Terlebih ke Timur Tengah masih belum
              diperbolehkan karena moratorium belum dicabut, " katanya.
























                                                           74
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80