Page 92 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 92

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Jumat (30/7/2021), Direktur Utama BP Jamsostek,
              Anggoro  Eko  Cahyo  mengatakan,  penyerahan  data  pekerja  penerima  BSU  dilakukan  secara
              bertahap kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

              Hal ini bertujuan untuk memastikan proses penyaluran bantuan berjalan baik dan tepat sasaran.

              "Hari ini, BPJAMSOSTEK menyampaikan sejumlah 1 juta data peserta tahap pertama yang siap
              untuk  disalurkan  dana  BSU  oleh  Kemnaker.  Kami  harapkan  proses  penyampaian  data  dapat
              selesai pada Agustus 2021,” ujar Anggoro.

              Anggoro pun mengingatkan, perusahaan harus mendaftarkan pekerjanya di BP Jamsostek atau
              BPJS Ketenagakerjaan.

              Dengan begitu, proses penarikan data calon penerima BSU dapat lebih mudah dan pekerja bisa
              mendapatkan bantuan subsisi dari pemerintah.
              “Penggunaan kembali data yang dikelola institusinya untuk BSU, menunjukkan pentingnya data
              Jaminan  Sosial  Ketenagakerjaan  (Jamsostek)  yang  valid.  Data  kepesertaan  BP  Jamsostek
              tersebut merupakan bank data pekerja terbesar di Indonesia,” jelasnya.

              Ia  mengimbau  agar  para  pekerja  bisa  langsung  mengecek  kepesertannya  melalui  aplikasi
              BPJSTKU dan tetap menjaga validitas datanya.

              “Dengan  menjadi  peserta  BP  Jamsostek,  pekerja  terlindungi  dari  risiko  kerja,  dan  juga
              mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU
              dan cek di HRD masing-masing,” kata Anggoro.

              Nantinya  bantuan  subsidi  upah  (BSU)  akan  diberikan  kepada  pekerja  yang  memenuhi
              persyaratan yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2021.

              Bantuan  diberikan  kepada  pekerja  atau  buruh  yang  bekerja  di  wilayah  pemberlakuan
              pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan level 4 yang ditetapkan oleh pemerintah.
              Subsidi gaji juga diberikan kepada pekerja dengan gaji paling banyak Rp3,5 juta dan peserta
              aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga Juni 2021.

              Bantuan diutamakan bagi pekerja di sektor usaha industri barang konsumsi, transportasi, aneka
              industri, properti dan real estate, perdagangan dan jasa kecuali jasa pendidikan dan kesehatan,
              sesuai dengan klasifikasi data sektoral di BPJS Ketenagakerjaan.

              Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Sabtu (31/7/2021), berikut ini daftar pekerja yang
              mendapat prioritas untuk menerima subsidi gaji Rp1 juta.

              1. Pekerja atau buruh yang belum menerima program Kartu Prakerja.

              2. Pekerja atau buruh yang belum menerima program keluarga harapan (PKH).

              3. Pekerja atau buruh yang belum menerima program bantuan produktif usaha mikro.

              Mekanisme penyaluran subsidi gaji 2021:

              1.  Data  pekerja  penerima  BSU  diambil  dari  data  BPJS  Ketenagakerjaan dengan  batas  waktu
              pengambilan data sampai dengan 30 Juni 2021.

              2. Nantinya data akan diverifikasi dan divalidasi sesuai kriteria dan persyaratan yang ditentukan.
              Selanjutnya, data tersebut akan disampaikan ke Kemenaker.


                                                           91
   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97