Page 286 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 286

Febrio  mengatakan,  salah  satu  kendala  dalam  merealisasikan  insentif  tersebut  adalah
              memastikan kebenaran data dari penerima  bantuan  .
              Menurut dia, data yang dibutuhkan ini sedari awal tidak dimiliki oleh pemerintah.

              Oleh sebab itu, pemerintah kini tengah merampungkan pengumpulan data, sehingga pemberian
              insentif diharapkan bisa tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan.

              4. Untuk peningkatan daya beli  Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan
              Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, BLT tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya
              beli sehingga bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi.

              "Tujuan pemerintah menggelontorkan  bantuan  gaji tambahan ini adalah untuk mendorong
              konsumsi  masyarakat.  Hal  ini  penting  untuk  menggerakkan  perekonomian  dan  mendorong
              pemulihan ekonomi," ujar Erick.
              Erick  menjelaskan,  program  pemulihan  ekonomi  yang  dilaksanakan  oleh  pemerintah  cukup
              banyak namun saling berkesinambungan, seperti  bantuan  sosial tunai,  bantuan  pangan non
              tunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM.

              "Percepatan realisasi program pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan prioritas utama
              pemerintah untuk kesehatan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi ini
              agar kesehatan pulih, dan ekonomi pun bangkit," ucap dia.

              5.  Program  dikritik    Direktur  Eksekutif  Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance
              Tauhid Ahmad mengatakan, pemberian insentif kepada karyawan swasta tersebut berisiko kian
              meningkatkan kesenjangan masyarakat di akhir tahun.

              Pasalnya,  dia  menilai  pemerintah  tidak  memperhitungkan  besaran  pengeluaran  antar-
              masyarakat dengan gaji di bawah Rp 5 juta tersebut.

              "Untuk penghasilan upah buruh saja Rp 2,9 juta per bulan. Jadi yang Rp 5 juta itu bukan buruh,
              dan dia juga dapat. Ini timbulkan kesenjangan antara Rp 2,9 juta sampai yang Rp 5 juta," ujar
              dia.

              Lebih lanjut, dia pun mengatakan, masyarakat dengan gaji mendekati Rp 5 juta tidak masuk
              kategori penduduk miskin. Sementara itu, penduduk yang masuk kategori miskin adalah mereka
              yang memiliki pengeluaran di bawah Rp 2,3 juta per bulan.

              Menurut dia, BLT kepada karyawan tersebut tidak akan tepat sasaran dan tidak akan efektif
              dalam mendongkrak kinerja perekonomian.

              (Sumber: KOMPAS.com/Akhdi Martin Pratama, Yohana Artha Uly, Ade Miranti | Editor: Bambang
              P. Jatmiko, Erlangga Djumena, Sakina Rakhma Setiawan).



















                                                           285
   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291